Karena Ramuan Pencuci Sepatu, Faris Punya Omzet Rp 100 Juta

SIAPA sangka berawal dari hanya membuka jasa cuci sepatu rumahan, Faris Juniarso (28) pemuda Yogyakarta mampu memproduksi cairan pembersih sepatu yang saat ini mulai mendunia. Tak main-main, hingga periode pertengahan 2016 ini omset cairan pembersih yang diberinama Andrrows ini mencapai Rp 100 juta perbulan.

Kepada KRjogja.com Minggu (12/06/2016) Faris menceritakan awal mula merintis bisnis Andrrows ini yakni pada tahun 2013. Sebelum memulai bisnis cuci sepatu yang akhirnya menginisiasi Anddrows, Faris sempat ingin bergerak di dunia bisnis detailing mobil, namun karena tak berjalan sesuai rencana akhirnya ia banting setir ke bisnis cuci sepatu.

Saat memulai usaha cuci sepatu inilah, Faris terbentur harga bahan cairan pembersih impor yang harganya mencapai Rp 350 ribu per botol. "Saya berpikir mau pakai tarif berapa kalau harga pembersihnya saja sudah mahal sekali," kenangnya.

3-4 bulan berjalan, ia bersama beberapa rekan kemudian mencoba mencari ramuan pas membuat cairan pembersih sepatu tepatnya pada medio 2013. "Saya bersama dua teman mulai mencari dan terus mencoba mewujudkan cleaner lokal pertama di Indonesia," imbuhnya.

Duka sempat merundung Faris karena salah satu teman pembuatan cleaner bernama Andrew meninggal dunia. "Sebagai bentuk penghormatan, akhirnya saya beri nama cleaner kami dengan Andrrows, itulah asal muasal merk ini," ungkapnya lagi.

Merk Andrrows ini pertama kali diluncurkan pada 1 Mei 2014 lalu dengan total produksi hanya puluhan botol saja. Namun, dalam periode dua tahun saja jumlah produksi perhari sudah jauh meningkat hingga 2.500 botol setiap hari.

"Awalnya kita test ke kolektor-kolektor sepatu dan hasilnya oke. Baru 1 Mei 2014 secara resmi kamu launching Andrrows ini ke pasaran, sampai sekarang," terangnya.

Inovasi pun dilakukan pada produk Andrrows untuk membedakan dengan cairan pembersih buatan luar negeri yang sudah ada sebelumnya. "Kita buat alami dan lebih baik karena di Indonesia kotoran sepatu lebih banyak, kita pakai virgine coconut oil dan aroma alami yang khas Anddrows," ungkapnya percaya diri.

Benar saja, inovasi dan keberanian Faris mengantarkannya meraih keuntungan yang luar biasa. Dalam sebulan, omset kotor pemuda dengan 19 karyawan ini mencapai angka Rp 100 juta, sungguh bukan bilangan yang kecil.

Tak hanya di pasarkan di Indonesia saja, produk Andrrows kini juga mulai masuk pasar luar negeri hingga ke Australia, Singapura dan Malaysia. "Sampai sekarang produksi di Semarang, tapi packaging dan distribusinya di Yogyakarta, kami pertahankan bahwa produk lokal bisa berkualitas internasional," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI