Sebelum Tahu Bulat, Own Games Jatuh Saat Meraih Kesukesan

OWN Games yang vakum karena melihat Tako Jump hanya mampu mengasilkan 3 USD itu mulai bangkit lagi. Hal tersebut berawal ketika teman Eldwin Viriya memperkenalkannya pada jaringan perusahaan game di Singapura. 

Sejak saat itu pemuda 27 tahun ini terus menciptakan game baru dan melakukan penyempurnaan di setiap game barunya. Penghasilan Eldwin dari game-gamenya yang semula hanya 3 USD bertambah menjadi 100-200 USD.

Selain itu, Eldwin mulai mengajarkan programming dan coding pada adiknya, Jevfin Viriya, yang mengikuti jejaknya berkuliah di jurusan Teknik Informatika. “Dia ingin kuliah IT tapi tidak yakin akan suka programming atau tidak, akhirnya saya ajari saja supaya yakin,” ujar Eldwin.

Bersama sang adik, ia memutuskan untuk mengikuti sebuah kompetisi yang diadakan oleh Nokia (Mobile Game Developer War 2). Dalam kompetisi tersebut mereka mendapat juara 3 dengan game Beyond The Well. “Dari kompetisi itu kami tidak sekedar dapat uang tapi juga dapat koneksi ke Nokia, sejak saat itu orang-orang dari Nokia menyarankan kami untuk lebih serius dengan game-game kami,” sambungnya.

Prestasi tersebut membuat game-game dari Own Games mulai digunakan oleh Nokia dan dipasangi banyak iklan yang juga menambah pendapatan own games. Saat pendapatan Own Games berkembang pesat, Eldwin memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya menjadi dosen dan fokus pada Own Games. “Saya berhenti kerja, fokus ke own games, kemudian mulai berani untuk menggaji staff yang jumlahnya ada 4 orang. Satu tim ada 6 orang termasuk saya dan adik saya,” tutur Eldwin.

Posisi Nokia yang sangat kuat di Thailand menjadikan Thailand sebagai market terbesar Own Games. Pada saat itu, Own Games mendapat 1.000.000-3.000.000 downloader per harinya untuk 15 game mereka.

Masa-Masa Sulit Own Games

Dalam berbisnis tidak mungkin selamanya mulus, Nokia yang merupakan partner terkuat Own Games dibeli oleh Microsoft pada tahun 2014. “Ketika Nokia dibeli oleh Microsoft, banyak culture yang berubah, sampai akhirnya store Nokia ditutup dan cashflow kita berhenti sampai di situ saja,” ujar Eldwin saat menjadi pembicara di panggung Ignition 2 Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Yogyakarta, Minggu (18/09/2016) di UGM. 

Eldwin menggambarkan betapa susahnya masa-masa tersebut untuk Own Games. Mereka harus memulai segalanya dari awal karena pendapatan mereka benar-benar nol. Saat itu Eldwin memperingatkan staffnya tentang keadaan Own Games. 

“Saya bilang ke mereka, sepertinya umur Own Games udah nggak akan lama lagi. Kalau saya, 2-3 tahun masih sanggup, kalau kalian gimana? Kalau kalian mau cari karir lain, Own Games masih di atas, mau keluar dulu nggak sebelum kontraknya habis? Kalau mau leave dulu saya oke-oke aja,” jelasnya.

Eldwin memperingatkan staffnya bukan untuk mengusir, namun Eldwin tidak ingin membawa mereka terpuruk bersama Own Games. Akhirnya pada Juli 2015, Own Games hanya dijalankan oleh Eldwin dan adiknya. (Bersambung/Salsabila Annisa)

Sebelumnya : 

Game Pertamanya Seharga Segelas Kopi

BERITA REKOMENDASI