Yolanda Agatha, Pengusaha Perempuan Angkat Ekonomi 100 Keluarga Karyawan

Di masa pandemi seperti ini, ia menuturkan, hampir 70% orderan masuk melalui platform digital, salah satunya melalui GoFood. Saat ini, Salad Nyoo sudah berhasil membuka 21 outlet yang tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Klaten.

Layaknya bisnis pada umumnya di masa pandemi, Salad Nyoo juga merasakan berbagai tantangan, apalagi target pelanggan terbesarnya selama ini adalah mahasiswa. Namun, kejelian melihat peluang dan pemanfaatan platform digital serta media sosial membuat bisnis ini bisa tetap bertahan.

“Saya bersyukur banget dengan adanya GoFood dan aplikasi GoBiz yang mempermudah saya dalam mempelajari kebutuhan masyarakat. Misalnya, selama pandemi, saya mempelajari laporan kinerja via GoBiz tentang lokasi pemesanan pelanggan, jadi bisa menganalisis lebih jauh tentang target pelanggan saya, apakah itu berasal dari kawasan perumahan di luar wilayah kampus. Tidak hanya itu, dengan mempelajari bertambahnya jumlah menu yang dipesan per transaksi, saya jadi semakin mengerti siapa dan apa kebutuhan pelanggan Salad Nyoo sekarang.Data perubahan perilaku pelanggan ini yang membuat saya akhirnya menawarkan menu bundling dengan promo GoFood di waktu-waktu tertentu. Dengan bantuan teknologi, usaha saya bisa cepat menyesuaikan dengan kondisi yang ada dan kami mampu jalan terus walaupun di kondisi yang menantang,” kata Yolanda.

Tetap bersemangat dalam mengelola bisnis, Yolanda mengatakan, “Saya nggak pernah menyangka bisa bekerja dengan ratusan karyawan seperti sekarang ini untuk mendukung operasional Salad Nyoo. Kalau dilihat perbandingannya, mayoritas (70%) adalah perempuan, yang sebagian besar motivasinya ingin sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga membantu menambah penghasilan suami. Saya bersyukur banget usaha yang dirintis dari kamar kos-kosan di pinggiran Kota Yogyakarta bisa diterima dengan baik oleh pelanggan, dan bisa jadi peluang bagi para karyawan, terutama perempuan untuk bisa mandiri secara finansial, apalagi di masa pandemi.”

“Kuncinya menurut saya, adalah menjadikan karyawan ini sebagai aset penting yang harus kita jaga. Kalau kita berharap bisa didukung oleh tim, kita juga harus bisa mengangkat derajat mereka, baik itu dari sisi penghasilan maupun kepedulian kita secara personal,” tutup Yolanda. (*)

BERITA REKOMENDASI