2018, Adira Finance Yogya Salurkan Pembiayaan Mokas Rp5 Miliar

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sepeda motor bekas (mokas) berkualitas masih diminati masyarakat Yogyakarta yang terbukti masih tingginya pembiayaan di sektor ini. Perusahaaan pembiayaan nasional Adira Finance Yogyakarta hingga penutup tahun 2018 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 5 miliar bagi 1500 unit motor bekas.

"Sepeda motor bekas masih mendapat tempat bagi masyarakat Yogyakarta. Karena itu, kembali mengadakan gebyar motor bekas di Jogja City Mall. Kami ingin memudahkan masyarakat mencari motor bekas berkualitas dan menggandeng beberapa dealer ternama di Yogyakarta," kata Regional Sales Manager Adira Finance Jateng-DIY Yustina Ernawati kepada wartawan, Jumat (14/12/2018).

Menurut Erna pihaknya membawa 120 unit mokas berkualitas dan menawarkan berbagai program menarik. Diantaranya, DP ringan dan potongan bunga. Semua mokas ini dijamin keabsahan kepemilikannya. "Tidak ada motor bodong dalam program ini. Tahun lalu program ini sangat diminati masyarakat dan 120 unit mokas yang dibawa ludes terjual. Sebagian besar yang dicari matik dan sisanya bebek sampai motor sport," kata Erna.

Kondisi ini kata Erna menunjukkan mokas masih menjadi pilihan masyarakat dan dengan menggelar program di mall, pihaknya bakal menjaring calon pembeli potensial karena sudah tersegmentasi.

"Masyarakat yang biasanya ke mall, minimal dari kelas menengah sehingga tidak mampu membayar uang muka atau cicilan. Namun, sejumlah tawaran menarik bisa dinikmati masyarakat dari semua golongan," paparnya. 

Erna mengakui mokas juga diminati di beberapa kota di Jateng seperti Magelang dan Purwokerto sehingga sepanjang tahun 2018, total pembiayaan sudah mencapai Rp20 miliar dengan pembelian terbanyak tetap matic dengan tahun di atas 2016. Namun, pembiayaan di tahun 2018 agak tertekan karena beberapa hal. Diantaranya, melakukan pinjaman dari bank yang digunakan untuk membeli motor baru karena gencarnya promo dari perbankan.

"Ada perubahan pola pembelian dari masyarakat di tahun 2018. Ada yang biasanya beli mokas, kini beli motor baru secara tunai. Ada juga yang tetap membeli mokas dengan pembayaran tunai. Bahkan, ada yang biasanya membeli motor sudah naik kelas membeli mobil baru. Namun, secara umum tidak mempengaruhi pembiayaan di sektor ini," pungkas Erna. (Tom)

 

BERITA REKOMENDASI