2018, Pertumbuhan Ekonomi RI 5,17 Persen

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia  selama tahun 2018 sebesar 5,17 persen.  Mengingat kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya membaik serta harga komoditas yang belum membaik, maka pencapaian pertumbuhan ekonomi ini dinilai cukup bagus.
 
“ Kita berharap banyak kebijakan yang lebih baik lagi, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih bagus lagi. Di tengah kondisi harga komoditas yang belum membaik, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif dari Januari- Desember   2018 sebesar 5,17 persen. Menurut saya ini pencapaian yang cukup bagus,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, di Jakarta, Rabu (6/2).
 
Dijelaskan, dari tahun 2014 pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat, walaupun secara perlahan-lahan. Misalnya pada tahun 2014  lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai  5 01 persen. Kemudian pada tahun 2015 mencapai 4,88 persen, kemudian pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,03 persen. Sementara pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,07  persen dan pada tahun 2018 mencapai 5,17 persen.
 
“Pertumbuhan ekonomi kita terus meningkat,  walaupun peningkatannya secara perlahan lahan. Tapi pencapaian ini sudah bagus,” tegasnya.
 
Sementara pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2018 sebesar 5,18 persen. Namun bila dibandingkan dengan triwulan III tahun 2018, mengalami penurunan sebesar – 1,69 persen.
 
Sementara bila dibandingkan triwulan IV tahun 2017 sebesar 5,19 persen. Sementara pada triwulan IV tahun 2016, sebesar 4,94 persen dan  pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun  2015 sebesar 5,15 persen.
 
Dijelaskan, pada triwulan IV tahun 2018, harga komoditas non migas secara umum mengalami penurunan dibandingkan dengan triwulan III tahun 2018. Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga seperti minyak kelapa, sawit.
 
Sementara bila dibandingkan dengan Triwulan IV 2018 dibandingkan dengan triwulan IV 2017 penurunan harga migas, khususnya harga minyak mentah ICP pada triwulan IV tahun 2018 sebesar 65,12 dolar AS per barel, sedangkan pada triwulan III 2018 mencapai 71,64 dolar AS  atau mengalami penurunan harga 9,11 persen.
 
Tetapi ICP pada triwulan IV tahun 2017 harga minyak mentahnya mencapai 58,09 dolar AS per barel, sedangkan pada triwulan IV 2018 mencapai 65,12 dolar AS per barel atau meningkat 12,10 persen.
 
Lebih lanjut dikatakan Suhariyanto, pertumbuhan ekonomi  Indonesia tahun 2018 yang diukur berdasarkan  atas dasar harga berlaku mencapai Rp 14 837,4 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp 56,0 Juta atau 3.927 dolar AS.
 
Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi I
ndonesia tahun 2018  yang mencapai 5,17 persen disumbang dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa Lainnya sebesar 8,99 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga monprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,08 persen.
 
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV-2018 dibanding triwulan IV-2017 tumbuh 5,18 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa lainnya sebesar 9,08 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh semua komponen, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PK-LNPRT sebesar 10,79 persen. (Lmg) 
 
 
 

BERITA REKOMENDASI