2019, BRI Syariah Salurkan KUR Rp1,5 T

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bank Rakyat Indonesia Syariah ( BRI Syariah) satu satunya bank syariah yang memberikan pembiayaan untuk kredit usaha rakyat ( KUR). Pada tahun 2019 ini alokasi pembiayaan untuk  KUR mencapai Rp 1,5 triliun.

Namun pada tahun 2020 mendatang alokasi pembiayaan untuk KUR akan meningkat 100 persen menjadi Rp 3 triliun.
“ BRI Syariah, satu satunya perbankan syariah yang memberikan pembiayaan untuk KUR, jatah kami untuk KUR tahun 2019 sebesar Rp 1,5 triliun, dan tahun depan kami ajukan ke pemerintah agar meningkat 100 persen, menjadi Rp 3 triliun,,” kata Dirut BRI Syariah Ngatari, di Jakarta, Kamis (14/11).

Dikatakan, ke depan outstanding pembiayaan, simpanan dana dan aset BRI Syariah akan terus meningkat. Hal ini dikarenakan adanya pemindahan dana dan aset BRI konvensional ke BRI Syariah yang ada di Aceh yang nilainya mencapai Rp 11 triliun.

“ Mulai 1 Juli 2019,  BRI konvensional yang berada di Aceh, di konversi ke BRI Syariah , aset dan  dananya mencapai Rp 11 triliun, kita harapkan tahun 2020 sudah bisa diselesaikan” katanya.Sementara itu, Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah,  Fidri Arnaldy mengatakan, dari Rp 1,5  triliun dana kelola KUR BRI Syariah, sampai Oktober 2019 telah disalurkan 86 persen atau Rp 1,3 triliun, dengan 40 ribu debitur. 

Dikatakan,penyaluran KUR turut memberi kontribusi positif terhadap pertumbuhan pembiayaan mikro BRI Syariah. Sehingga pembiayaan segmen mikro BRI Syariah tumbuh 6,86 persen pada posisi September dibandingkan Juni 2019. “Hingga Oktober dana kelola untuk KUR sudah mencapai 86 persen, dengan 40 debitur” tegasnya.

Namun tahun depan diharapkan jumlah debitur akan lebih banyak lagi, karena dana kelola juga meningkat.

Sementara itu, CEO Dompet Dhuafa Tekno, Iskandar Syamsi mengatakan, kerjasama DD dengan BRI Syariah Laku Pandai. Ini akan menjadi jembatan dalam pemberian menyalurkan zakat, infak sodakoh kepada masyarakat Indonesia. Selain itu, pemberian akan lebih transfaran dan tepat sasaran. 
Dengan inklisi keuangan ini untuk mengakomodir masyarakat yang sekitar 50 juta tidak memikiki rekening bank.

“ Ini akan lebih transfaran antara yang yang memberikan dan yang menerima donasi, zakat, infak dan sodakoh, karena akan masuk ke rekening ponsel si penerima dan ini tercatat juga di OJK,” tegasnya. 

Apalagi saat ini ada 200 cabang DD yang tersebar diseluruj Indonesia yang bisa dijadikan sebagai mitra BRI syariah untuk laku pandai ini.(Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI