2019, Plafon KUR Ditambah Jadi Rp 140 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com – Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan plafon penyaluran kredit usaha rakyat ( KUR ) tahun 2019 sebesar Rp 140 triliun atau  meningkat sebesar 10– 12 persen KUR tahun 2018 yang mencapai Rp Rp 123,801 triliun.

"Komite  Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)menyetujui plafon penyaluran KUR tahun 2019 sebesar Rp 140 triliun," kata  Iskandar Simorangkir, di Jakarta  Jumat (28/12).

Dikatakan, naiknya plapon KUR ini karena  beberapa pertimbangannya antara lain pertumbuhan ekonomi sampai dengan semester I tahun 2018 yang mencapai 5,17 persen,  pertumbuhan kredit UMKM sebesar 8,48 persen, tingkat inflasi sampai dengan September 2018 yang masih terjaga ditingkat 2,88 persen serta Bank Indonesia sudah menetapkan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan pada 2019 dapat tumbuh 10 -12 persen.

Dikatakan, ada juga usulan dari  Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM mengusulkan adanya skema KUR untuk Pensiunan. KUR ini akan diberikan kepada para pensiunan dan/atau pegawai pada Masa Persiapan Pensiun (MPP) yang mempunyai usaha produktif.

Lebih lanjut dikatakan Simorangkir, hingga 30 November 2018,  total realisasi KUR  sebesar Rp 118 triliun atau sekitar  95,7 persen dari target tahun 2018 sebesar Rp 123,801 triliun. "Hingga 30 November 2018,  total realisasi kredit usaha rakyat ( KUR ) sebesar Rp 118 triliun atau sekitar  95,7 persen dari target tahun 2018 sebesar Rp 123,801 triliun,” katanya.

Dikatakan, penyaluran KUR masih didominasi untuk skema KUR Mikro sebesar 65,8 persen diikuti dengan skema KUR kecil sebesar 33,9 persen dan KUR TKI sebesar 0,3 persen.Sementara berdasarkan wilayah, penyaluran KUR di dominasi di Pulau Jawa, dengan porsi penyaluran sebesar 55 persen, Sumatera 19,3 persen dan Sulawesi 11.1 persen. “Kinerja penyaluran KUR per provinsi tersebut sesuai dengan sebaran UMKM di Indonesia,” ujarnya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI