2020, FPLP Dialokasikan Rp11 T

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pada tahun 2020 pemerintah  mengalokasikan anggaran untuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp 11 triliun untuk memfasilitasi 102.500 unit rumah. Pemerintah juga menyediakan subsidi selisih bunga ( SSB ) sebesar Rp 3,8 miliar yang akan digunakan untuk pembayaran akad tahun-tahun sebelumnya serta subsidi bantuan uang muka (SBUM) sebesar Rp 600 miliar untuk memfasilitasi 150.000 unit rumah. Termasuk untuk bantuan pembiayaan perumahan nerbasis tabungan (BPZBT) sebesar Rp 13,4 miliar untuk memfasilitasi 312 unit rumah. 

"Pemerintah terus berupaya meningkatkan keterjangkauan kebutuhan rumah dengan menyiapkan berbagai kebijakan dan program kemudahan dan/atau bantuan pembiayaan perumahan kepada MBR. Misalnya anggaran untuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp 11 triliun untuk memfasilitasi 102.500 unit rumah,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D Heripoerwanto, di Jakarta, Kamis (26/12).

Dikatakan, target tersebut, masih dapat ditingkatkan sesuai dengan kemampuan pasar hingga maksimal kurang Iebih sebanyak 50.000 unit. Hal ini dikarenakan BP2BT berasaI dari PHLN yang kenaikan target output dan anggaran tidak memerlukan persetujuan DPR. 

Namun Heripoerwanto mengatakan, mulai 2020 hingga 2024 pemerintah akan menghentikan pemberian SSB  karena beban fiskal yang begitu tinggi. Sebab, pemerintah harus mengawal hingga tenor cicilan rumah berakhir.

Meskipun ditutup, pemerintah akan tetap mengalokasikan anggaran untuk SSB sebesar Rp 3,8 miliar. Anggaran ini nantinya akan digunakan untuk pembayaran akad pada tahun-tahun sebelumnya. "Karena beban fiskalnya sangat tinggi. Karena sampai tenor terakhir masih jadi urusan pemerintah,"  ujarnya.

Dijelaskan,   hingga 2019 terdapat 11 juta rumah tangga yang menghuni rumah tidak Iayak huni dan rumah tangga muda yang masih belum memiliki rumah. Sejak tahun 2015-2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyalurkan bantuan FLPP sebanyak 216.660 unit dan bantuan SSB sebanyak 558.848 unit.
 
Pada tahun 2019, per 23 Desember 2019, penyaluran bantuan FLPP sebanyak 77.564 unit dan bantuan SSB sebanyak 99.907 unit.
Pemerintah saat ini sedang mengembangkan skema pemenuhan pembiayaan rumah untuk ASN/TNI/Polri yang diperuntukkan bagi ASN/TNI/Polri yang memiliki penghasilan di atas Rp 8 Juta. 

Skema penyaluran KPR tersebut adalah melalui penyalur KPR ASN/TNI/Polri, dimana Bank Penyalur KPR bekerjasama dengan Bendahara Gaji di Kementerian/Lembaga terkait yang bertanggung jawab atas pemotongan gaji guna pembayaran angsuran KPR. (Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI