34,3 Juta Orang Terancam Miskin, Masyarakat Rentan Perlu Jaminan

NEW YORK, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 memang berimbas pada semua lini. Menurut laporan World Economic Situation and Prospects (WESP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis Rabu (13/5/2020) waktu setempat, ekonomi global diproyeksikan berkontraksi tajam sebesar 3,2 persen di tahun ini.

Menghadapi pandemi, ekonomi global diperkirakan akan kehilangan hampir USD 8,5 Triliun dalam output selama dua tahun ke depan. Angka ini memupuskan semua keuntungan dari empat tahun sebelumnya. Kontraksi ekonomi karena pandemi ini dirasa cukup tajam, paling tajam sejak Depresi Hebat di tahun 1930-an. Laporan tersebut memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB di negara maju diperkirakan akan turun ke angka minus 5 persen pada tahun 2020.

Perdagangan dunia diperkirakan mengalami kontraksi hampir 15 persen pada tahun 2020 di tengah berkurangnya permintaan global dan gangguan dalam rantai pasokan global. Hampir 90 persen negara di dunia mengunci daerah dan menutup perekonomian yang menyebabkan kerumunan. Tentu, aktivitas ini mengganggu rantai pasokan, menekan permintaan konsumen dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Masih menurut laporan dari WESP, akibat pandemi, diproyeksikan ada 34,3 juta orang jatuh di bawah garis kemiskinan ekstrim pada tahun 2020, Kurang lebih 56% dari peningkatan kemiskinan tajam ini terjadi di negara-negara Afrika. Pandemi ini banyak berimbas kepada pekerjaan dengan keterampilan rendah dan upah rendah.

BERITA REKOMENDASI