7 Kementerian/Lembaga Lakukan Digitalisasi Pembiayaan Ultra Mikro

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Kementerian Keuangan me-launching Digitalisasi Pembiayaan Ultra Mikro atau UMi di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Selasa (11/12/2018). 

Launching ini dilakukan dengan simbolis penyaluran pembiayaan UMi kepada 12 debitur yang tersebar di 4 lokasi, yaitu Deli Serdang (Sumatera Utara), Selong (Lombok Timur/NTB), Semarang Jawa Tengah) dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Launching Digitalisasi dilaksanakan dengan menggandeng 7 Kementerian/Lembaga, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, dan Badan Ekonomi Kreatif. Penyaluran pembiayaan UMi merupakan kolaborasi program pemerintah di sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, perdagangan, dan pariwisata.

Pembiayaan UMi merupakan program pembiayaan kepada masyarakat usaha mikro di lapisan terbawah yang belum dapat difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh BLU PIP. Pembiayaan UMi juga dimaksudkan sebagai salah satu instrumen Pemerintah untuk mewujudkan keadilan di seluruh wilayah Indonesia termasuk di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. 

Dalam pelaksanaannya, pembiayaan UMi tidak hanya menyediakan pembiayaan yang mudah dan cepat bagi usaha mikro, namun juga memberikan pendampingan usaha bagi debitur Pembiayaan UMi. Pendampingan dapat menjadi sarana knowledge sharing kepada debitur sekaligus menyediakan konsultasi usaha dan pembinaan sehingga debitur dapat mengembangkan kapasitas usahanya.

Sejak tahun 2017, penyaluran pembiayaan UMi telah dilakukan oleh Pemerintah. Namun saat itu terdapat berbagai kendala dalam penyalurannya, seperti lokasi debitur yang sulit dijangkau. Sehingga  digitalasi menjadi jawaban untuk mengefektifkan dan meningkatkan penetrasi penyaluran pembiayaan UMi.

Dalam pelaksanaan digitalisasi penyaluran pembiayaan UMi hingga ke pelosok Indonesia, BLU PIP bekerjasama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) – Kementerian Kominfo. Dalam kerjasama ini, BAKTI menyediakan konektivitas telekomunikasi informatika yang merupakan infrastruktur penting dalam pelaksanaan digitalisasi penyaluran UMi hingga ke pelosok negeri.  

“Salah satu faktor keberhasilan dalam pengembangan digitalisasi pembiayaan UMi adalah pemerataan infrastruktur telekomunikasi. Dalam hal ini, BAKTI berperan untuk men-support digitalisasi pembiayaan UMi melalui pemerataan konektivitas telekomunikasi dan informasi terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)," ujar Direktur Utama BAKTI, Anang Latif.

Anang Latif menjelaskan, prinsip pembiayaan UMi adalah enhancing and empowering. Penyaluran Pembiayaan UMi dilakukan melalui kerja sama dengan institusi yang telah ada dan berpengalaman dalam pembiayaan UMKM, baik melalui BUMN, maupun koperasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Selain itu, BLU PIP dan BAKTI menggandeng para Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia, antara lain PT Telkom Indonesia (T-Money), PT Telekomunikasi Selular (T-Cash), dan PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay) untuk mensukseskan digitalisasi penyaluran UMi,.

"BAKTI membangun ekosistem digital menuju cashless transaction bagi debitur dengan membangun disbursement system, dengan tujuan meningkatkan digital finansial inklusi. Dalam hal ini BAKTI mengintegrasikan BUMN, Koperasi, serta PJSP untuk memudahkan penyaluran pembiayaan secara cashless,” jelas Anang Latif.

Dengan launching ini, maka debitur yang memilih metode cashless dapat memanfaatkan platform dan teknologi Uang Elektronik (UNIK) yang dimiliki oleh PJSP. Hal ini diharapkan dapat memberikan fasilitas dan kemudahan bagi debitur Pembiayaan UMi dalam melakukan transaksi usaha secara cashless, serta menyediakan market place untuk usaha mikro di era digital ekonomi. (Imd)

 

BERITA REKOMENDASI