Akad Batil, Turunkan Keuntungan Bank Syariah

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bank Syariah yang memiliki performa kepatuhan syariah sedang atau rendah dengan performa keuangan yang tinggi, harus memberikan prioritas pada peningkatan aspek kepatuhan syariahnya. Sebab bank syariah dengan performa keuangan yang baik namun dalam aktivitas pembiayaan  tidak memperhatikan pemenuhan aspek kapatuhan syariah, akan terpapar risiko  finansial berupa turunnya keuntungan yang dapat diakui akibat adanya akad-akad yang bersifat batil.

"Beberapa kasus yang pernah terjadi dan diberitakan media menunjukkan ada potensi penyimpangan syariah dalam perbankan syariah," tandas Assistant Vice President, Syariah Advisory & Legal Corp CIMB  Niaga Syariah Ardiansyah Rakhmadi ketika mempertahankan disertasi di Pascasarjana  Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII Condongcatur, baru – baru ini. 

Ardiansyah mempertahankan disertasi berjudul 'Model Pengukuran Kepatuhan Syariah pada Transaksi di Perbankan Syariah dalam Kerangka Akad dan 'Maqasid Asy-syariah' serta Aplikasinya pada Perbankan Syariah di Indonesia'. Bertindak sebagai promotor Prof Abdul Ghafar Ismail PhD, co-promotor I Ahmad Tohirin PhD dan co-promotor II Prof Dr Jaka Sriyana. Dr Ardiansyah Rakhmadi merupakan Doktor ke-54 yang diluluskan Pascasarjaan FBE UII.

Menurut Ardiansyah sebagai bagian dari upaya penjagaan atas perbankan Syariah agar tidak terjadi penyimpangan dalam transaksinya, perlu dikembangkan perangkat 'assessment' untuk menilai dan mengevaluasi transaksi yang sudah berjalan hingga saat ini. Sehingga bisa tetap sesuai dengan ketentuan Syariah baik pada tataran konsep maupun implementasinya.

"Implikasi kebijakan yang bisa diambil berdasarkan hasil penelitian ini bagi para pemangku kebijakan baik menejemen, pengawas maupun regulator bahwa mereka harus memastikan seluruh parameter kepatuhan Syariah yang tercantum dalam fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) telah tercakup dalam SOP produk dan parameter kepatuhan pelaksanaan audit," bebernya.(Fsy)

BERITA REKOMENDASI