Akhir 2020, Rupiah Bakal ‘Parkir’ di Rp15.000 per USD

JAKARTA, KRJOGJA.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi nilai tukar rupiah hingga akhir tahun 2020 berada di Rp 15.000 per dolar AS karena sisi fundamental yang Rp 15.400 per dolar AS sekarang ini undervalue.

“Defisit transaksi berjalan lebih rendah dari yang kita perkirakan 2,5-3 persen PDB. Bahkan di triwulan I-2020 di bawah 1,5 persen dari PDB dan di akhir tahun bisa di bawah 2 persen. Kalau CAD lebih rendah maka kebutuhan devisa jauh lebih rendah dan ini mendukung penguatan nilai tukar ke arah fundamental. Selain itu faktor teknikal seperti premi risiko akan dorong lebih kuat dari Rp 15.400 per dolar AS,” kata Perry.

Perry juga memprediksi arus aliran modal asing juga masih akan terus masuk pasar uang. Apalagi jika nanti covid-19 telah mereda, sehingga masih akan terus menguat, kata Perry, ke arah Rp 15.000 per dolar AS. Sementara untuk inflasi akan tetap rendah dan terkendali mencapai 0,18 persen (mtm) atau 2,78 persen (yoy). Bahkan inflasi terkendali dan rendah, serta lebih rendah dari inflasi Maret yang mencapai 2,96 persen (yoy), dan Februari 2,98 persen (yoy).

BERITA REKOMENDASI