Ancaman NPL, Perbankan DIY ‘Wait and See’

YOGYA (KRjogja.com) –  Kinerja perbankan daerah masih 'wait and see' lantaran kenaikan kredit bermasalah masih membayangi di tahun 2016 ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) industri perbankan belum mengkhawatirkan kendati sempat menunjukkan tren peningkatan.

Kepala OJK DIY, Fauzi Nugroho mengatakan perbankan selalu memiliki 'prudential banking' sehingga melihat tren kenaikan kredit macet ini membuat perbankan 'wait and see'. Hal ini menjadi salah satu sebab Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di DIY masih berada di angka 60 persen.

"Kita melihat kondisi pemulihan global belum tampak dampaknya. Namun dari domestik, pemerintah mengeluarkan amnesti pajak sebagai stimulus," ujar Fauzi kepada KR di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta, Rabu (17/08/2016).

Fauzi menuturkan kehadiran amnesti pajak diharapankan mengalirnya dana repatriasi melalui beberapa saluraan (gateway) seperti perbankan dan pasar modal. Masyarakat tentunya mengharapkan bank lebih selektif mengucurkan pembiayaannya. (R-4)

 

BERITA REKOMENDASI