Bahana Prediksi Indeks Pekan ini Bergerak Terbatas

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Setelah dalam beberapa minggu terakhir indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan akibat kondisi pasar keuangan di dalam negeri dan juga tekanan dari pasar global, dalam sepekan ini, Bahana Sekuritas memperkirakan indeks masih akan bergerak terbatas menanti sentimen dari laporan keuangan 2019, yang masih akan dirilis oleh emiten. 

Isu geopolitikal khususnya penyebaran virus corona yang sudah menyebar ke 13 negara hingga Minggu kemarin, juga menjadi pemicu pergerakan indeks yang terbatas karena sejumlah investor masih mengamati penyebaran virus ini di Indonesia.  Data memperlihatkan beberapa negara Asia yang telah terjangkiti virus ini diantaranya Malaysia, Singapura, Thailand dan juga Vietnam.

Demi mencegah penyebaran virus ini di dalam negeri, di sejumah bandara telah dilalukan pemeriksaan kesehatan terutama suhu tubuh bagi wisatawan atau penduduk Indonesia yang baru datang dari Cina.

Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi memperkirakan indeks akan bergerak pada kisaran 6.150 – 6.300 dalam pekan ini, dengan saham-saham yang layak untuk diperhatikan diantaranya saham Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Gudang Garam (GGRM), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Semen Indonesia (SMGR) dan Astra International (ASII). 

‘’Sejumlah emiten masih akan melaporkan kinerja keuangan pada kuartal empat dan keseluruhan 2019, hal ini membuat investor wait and see untuk masuk, selain kekhawatiran akan penyebaran virus corona,’’ papar Wafi. Bila melihat pola-pola akumulasi dari investor asing serta indikator-indikator teknikal yang masih positif, beberapa saham di atas cukup layak untuk diperhatikan, tambah Wafi. 

Pekan lalu, indeks ditutup pada level 6.244,1 atau melemah 0,8% dari pekan sebelumnya. Keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah selama 3 bulan berturut-turut di level 5% menjadi sentiment bagi pergerakan indeks. BI terakhir kali memangkas suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pada Oktober. Bahana memperkirakan kebijakan moneter masih memiliki ruang untuk memangkas BI 7-day reserve repo secara total sebesar 50 bps sepanjang tahun ini.

Beberapa emiten yang telah melaporkan kinerja keuangan yang dimulai oleh sektor perbankan, juga turut mempengaruhi pergerakan indeks pekan sebelumnya. Bank Negara Indonesia mencatat laba bersih pada kuartal empat turun 4,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau secara nominal sebesar Rp 3,4 triliun, sehingga secara keseluruhan 2019, laba bersih tumbuh sebesar 2,5% atau secara nominal tercatat sebesar Rp 15,4 triliun hingga akhir 2019.   

Tahun ini Bahana memperkirakan BBNI mampu meningkatkan pendapatan bunga atau net interest margin (NIM) dengan fokus penyebaran kredit kepada pinjaman usaha kecil dan menengah serta konsumer, BBNI juga diuntungkan dari partisipasi membiayai kredit infrastruktur. Bank BUMN ini memperkirakan kredit sepanjang 2020 akan tumbuh pada kisaran 10% – 12%. 

Investor asing pada pekan lalu tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp 804,8 miliar dengan saham yang banyak dijual asing diantaranya saham Bank Centra Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), Waskita Karya (WSKT) dan Matahari Department Store (LPPF). (*)
 

BERITA REKOMENDASI