Bangkitkan Ekonomi DIY, Perbankan Perlu Terobosan Super Extra Ordinary

Wakil Ketua ISEI Cabang Yogyakarta Amirullah Setya Hardi menekankan DIY jangan sampai geger karena permasalahan keuangan akibat pandemi Covid-19. Penggerak utama sektor keuangan di DIY yang mengambil peran cukup besar adalah Perbankan dibandingkan IJK lainnya sehingga popularitas perbankan ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin termasuk lembaga keuangan daerah maupun non bank.

“Persoalannya sekarang sudah bukan di OJK dan BI tetapi di bank-bank pelaksanaanya sehingga perlu ada forum antara dunia usaha di DIY dengan perbankan. Dari pengalaman saya, kredit yang dikucurkan perbankan tidak bisa lepas maksimal hanya 60 persen sehingga ada forum antara kami dengan bank pelaksana,” tandas Penasehat Kadin DIY Robby Kusumaharta.

Tim Ahli Parampara Praja Ahmad Ma’ruf mengharapkan peran serta LKM perlu diperhitungkan khususnya dalam penetrasi pembiayaan. Selain itu, dirinya menyoroti serapan anggaran belanja yang kecil alias masih banyak alokasi anggaran yang tidak terserap maksimal.
“Relaksasi kredit khususnya di perusahaan pembiayaan perlu mediasi dengan debiturnya karena cukup kompleks agar tidak terjadi kesenjangan sosial,” ucap Sekretaris GIPI DIY Moris T Situmorang.

Wakil Ketua Umum Kadin DIY Bidang Perdagangan Luar Negeri Wawan Harmawan menilai restrukturisasi kredit yang telah berjalan saat ini akan memungkinkan munculnya restrukturisasi tahap kedua. Karena Kadin DIY memprediksi akan banyak pengusaha masih sekedar bertahan menjalankan aktivitas seminimal mungkin sehingga perlu diantisipasi relaksasi gelombang kedua.

“Kami sepakat karakteristik DIY didominasi pariwisata dan pendidikan yang saat ini terdampak pandemi Covid-19. Untuk itu, kedua sektor inilah yang harus benar-benar digenjot dan dibangkitkan,” imbuh Wakil Ketua Umum Kadin DIY Bidang Organisasi Gonang Djuliastono. (Ira)

BERITA REKOMENDASI