Bank BPD DIY Siap Jadi ‘Gateway’ Amnesti Pajak

YOGYA (KRjogja.com) – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY mengaku siap menerima uang tebusan dari program amnesti pajak. Salah satu BUMD Pemda DIY ini menegaskan mampu menjaga dana repatriasi tersebut tidak keluar lagi dari Indonesia selama tiga tahun.

Direktur Umum (Dirut) Bank BPD DIY, Bambang Setiawan mengatakan Bank BPD DIY telah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun menjadi bank persepsi. Tidak terkecuali dengan kehadiran program amnesti pajak, pihaknya ingin berkontribusi ikut menerima uang tebusan kecuali yang berasal dari luar negeri.

"Kami siap dan mampu menjadi bank penerima uang tebusan amnesti pajak. Apabila untuk dana-dana yang berasal dari luar negeri, kami bisa bekerjasama dengan bank-bank persepsi lainnya yang telah mempunyai 'trustee' ," kata Bambang kepada KR saat dijumpai di Bangsal Kepatihan, Rabu (24/8).   

Bambang menyampaikan dengan bekerjasama dengan bank patner atau mitra kerja, Bank BPD DIY mampu menerima aliran dana dari luar negeri tersebut. Aliran dana dari luar negeri tersebut akan masuk via bank mitra baru bisa disalurkan ke Bank BPD DIY.

"Wajib Pajak (WP) yang mengikuti amnesti pajak itu nantinya uangnya masuk pertama ke bank persepsi. Kami bisa bekerja sama dengan bank mitra atau gateway bank-nya yang juga merupakan salah satu bank persepsi yang ditunjuk menampung aliran dana amnesti pajak melalui mekanisme perbankan," ujar Bambang.

Bank BPD DIY juga akan menyiapkan rekening khusus bagi nasabah yang mengikuti program amnesti pajak tersebut supaya terkontrol. Dana-dana repatriasi ini nantinya diminta untuk investasi di dalam negeri minimal tiga tahun. (R-4)

BERITA REKOMENDASI