Bank Indonesia Terus Kampanyekan Penggunaan Transaksi Non Tunai

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia mendukung transaksi non tunai dan pembayaran elektronik yang tengah dipraktikan melalui aplikasi ‘jogjakita’ dalam ajang Jogja Heboh 2020. Selain itu, pihaknya mengupayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di DIY memiliki atau mengenalkan kepada masyarakat atau konsumen penjualan dan pembelian secara online.

Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI DIY Probo Sukesi mengatakan BI tengah berupaya mendorong agar kegiatan transaksi tunai dan pembayaran elektronik semakin meningkat di daerah. Dengan penggunaan transaksi non tunai tersebut banyak manfaat yang akan diperoleh baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat atau konsumen.

“Jadi kami mendukung pelaksanaan ajang Jogja Heboh dengan pemanfaatan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) untuk pembayaran di merchant-merchant peserta Jogja Heboh. Belum lagi penggunaan aplikasi ‘jogjakita’ sehingga memberikan kemudahan setiap bertransaksi baik bagi merchant-merchant yang ikut serta maupun pengguna aplikasi tersebut,” tutur Probo kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Rabu (26/2/2020) malam.

Probo menjelaskan UMKM di DIY yang merupakan mitra binaan BI juga sudah menerapkan QRIS tersebut sehingga sudah melayani penjualan secara non tunai. Tidak hanya berhenti disitu, BI DIY akan lebih meningkatkan lagi penggunaan pembayaran elektronik dan transaksi non tunai tersebut bagi UMKM di DIY, seperti yang dilaksanakan dalam ajang Jogja Heboh 2020.

“Kita akan terus mendorong UMKM maupun masyarakat agar menggunakan transaksi non tunai dan melakukan pembayaran elektronik. Kami sudah beberapa kali melakukan pelatihan dan memberikan semacam fasilitasi supaya UMKM melek digital marketing juga,” imbuhnya.

Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI DIY menilai pelaku UMKM di DIY sudah mulai melek digital sehingga sudah mengenal transaksi non tunai. Pihaknya juga tidak hanya membekali UMKM dengan pemasaran online bahkan hingga lelang online. Digital marketing ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM di DIY tidak hanya untuk memperluas pasar semata dan transparansi pembukuan serta keamanan.

“Jadi kita terus perluas pembayaran non tunai karena membawa uang tunai justru lebih beresiko terutama perihal keamanan, banyak bibit penyakit di uang lusuh dan keaslian rupiah. BI sendiri bisa lebih menghemat biaya cetak uang tunai yang malah jika transaksi non tunai meningkat,” terang Probo.

Aplikasi ‘jogjakita’ hadir untuk memudahkan wisatawan yang sedang berkunjung dan menikmati DIY. Melalui fitur satu atap yang melayani pembelian oleh-oleh, pembayaran tiket pesawat atau kereta api, booking hotel, pembelian pulsa, bayar tagihan, hingga belanja produk asli Yogyakarta yang eksklusif bahkan tidak dijual di e-commerce manapun. Wisatawan juga bisa lebih mudah menemukan hotel dengan harga termurah melalui aplikasi “jogjakita”.

Melalui aplikasi ini, wisatawan juga bisa menikmati berbagai layanan promo diskon hingga 60 persen yang ada di event Jogja Heboh. Untuk setiap transaksi minimal RP 100.000 menggunakan aplikasi tersebut wisatawan akan mendapatkan 1 poin (berlaku kelipatan) dimana poin tersebut akan masuk ke dalam daftar undian. (Ira)

BERITA REKOMENDASI