Bank Pastikan Subyek dan Obyek Sah Sebelum Perikatan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJogja.com – Prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit perlu ditingkatkan perbankan dengan memastikan subyek (debitur) dan obyek (jaminan) jelas dan sah sebelum dibuatkan perikatan oleh pejabat yang berwenang.

"Semakin marak penipuan untuk membobol bank dengan media pemalsuan subyek juga obyeknya dengan dokumen bodong," papar praktisi hukum pertanahan dari civitas akademika, Dr Winahyu Erwiningsih SH MHum selaku Narasumber Workshop PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Selasa (6/3) sore di Hotel Harper Mangkubumi, Yogya.

Dihadapan seratusan staf Bank Mandiri dari Group Head, Department Head, TL (Team Leader), SH (Section Head), Winahyu menyebutkan jaminan tanah dengan agunan sertifikat tanah ke bank, bila tidak teliti dan dipastikan legalitasnya, bisa jadi sertifikat yang dijaminkan datanya sudah diubah tidak sesuai lagi bahkan bisa jadi sudah ganti pemilik, atau bahkan sertifikat ganda.

"Kredit Fidusia kendaraan bermotor dengan jaminan BPKB juga harus dipastikan krediturnya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan  juga penggunaan obyek (kendaraan), sebab banyak terjadi kendaraan tersebut digadaikan atau bahkan dijual pada pihak ketiga," ungkapnya.

Dalam workshop bertema Excelence Process for Sustainable Growth in The New Core ini, Winahyu memberikan wawasan pada jajaran karyawan/staf PT Bank Mandiri untuk memperkuat existing knowledge antisipasi kejahatan dan niat tidak baik yang merugikan dan bisa mengancam kredibilitas bank. 

Workshop ini juga diisi intern PT bank Mandiri dari Unit bisnos Credit Card, Micro Banking, Consumer Loans, Audit Retail Analytics, laporan keuangan. (M-3)

BERITA REKOMENDASI