Bea Cukai Selamatkan Uang Negara Rp 1,5 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan,  Heru Pambudi mengatakan,  Bea Cukai berhasil menyelamatkan uang negara dari rokok ilegal selama tahun 2018 sebesar Rp 1,51 triliun. 

Heru mencatat pada tahun 2016 lalu pelanggaran industri rokok ilegal di Indonesia mencapai 12,14 persen, menurun menjadi  7,04 persen pada tahun 2018. Sedangkan nilai pelanggaran yang menurunkan penerimaan negara pada tahun 2016 mencapai Rp 2,42 triliun. Sedangkan pada tahun 2018 nilai pelanggaran yang merugikan negara mencapai Rp 909,4  miliar.

"Uang yang ditilep karena rokok ilegal  pada tahun 2016 mencapai Rp 2,42 triliun atau sekitar 12,14 persen namun karena Bea Cukai melakukan pemberantasan rokok ilegal, maka terjadi penurunan menjadi 7,04 persen atau nilai pelanggarannya menjadi Rp 0,91 triliun. Itu artinya kami bisa menyelamatkan uang negara sebesar Rp 1,51 triliun,” kata Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan,  Heru Pambudi pada acara pemaparan hasil survei rokok ilegal yang dilakukan oleh Penelitian dan Pelatihan  Ekonomika Bisnis ( P2EB) Universitas Gadjah Mada  ( UGM)  di Jakarta, Kamis (20/9). 

Adapun tipe pelanggaran, kata Heru masih didominasi oleh rokok polos atau rokok yang tidak dilekati pita cukai sekitar 52,6 persen  dari total rokok ilegal, dilanjutkan rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai salah peruntukan, rokok dengan pita bekas, dan rokok dengan pita cukai salah personalisasi. 

Dikatakan, dengan adanya penurunan persentase dan nilai penerimaan negara yang terselamatkan,  maka terjadi peningkatan produksi dan potensi pasar yang meningkat. Pada tahun 2018 ini diperkirakan jumlah produksi akan mencapai 18,1 miliar batang. Selain itu juga akan terjadi peningkatan penerimaan cukai rokok sebesar 14,4 persen untuk jangka waktu Januari-Juli 3018. Juga mendorong peningkatan volume rokok legal mencapai 1,7 persen. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI