BEI Pertahankan Target Kapitalisasi Pasar Rp10.000 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi dipimpin oleh Direksi baru yang baru saja disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini. 

Direksi baru menerapkan berbagai strategi dan target untuk pengembangan pasar modal selama empat tahun ke depan.

Direktur Utama BEI Inarno Djayadi mengatakan, di samping memasang target baru, mereka juga tetap meneruskan program direksi lama yang belum terealisasi. Inarno menuturkan, bursa mematok target pertumbuhan kapitalisasi pasar atau market cap setiap tahunnya berkisar kurang lebih 15% hingga 20%.

Saat ini, market cap saat ini sebesar Rp6.500 triliun, hingga akhir tahun market cap bisa mencapai Rp7.000. Dengan target kenaikan 15% hingga 20% tiap tahunnya, maka bursa optimis kapitalisasi pasar bisa mencapai Rp10.000 pada 2020.

"Kalau katakan kita Rp7.000 triliun kenaikan 20% itu mencapai Rp8.400 triliun dengan 20% lagi mencapai Rp10.000 triliun. Saya rasa itu target yang optimistis tapi masih reasonable," jelas dia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Target tersebut masih sejalan dengan target Direktur Utama BEI sebelumnya Tito Sulistio. Dia mengatakan, untuk mencapai target kapitalisasi pasar Rp10.000 triliun, cara yang dapat dilakukan BEI adalah dengan mendorong jumlah perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO). 

"Bukan hanya IPO didorong tapi juga dipaksa dan dihimbau perusahaan gede tolong lited di bursa, perusahaan yang sudah ambil (untung) di Indonesia jangan listed di luar negeri. BUMN tolong listing, ini diimbau dan dipaksa," tegas Tito. (*)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI