Belanja Masih Lesu, Ekonomi RI Diprediksi 5,1% di 2017

JAKARTA, KRJOGJA.com – The Institute of Chartered Accountant ini England and Wales (ICAEW) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan meningkat tipis. ICAEW memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 5,1% pada tahun ini.

Economic Advisor and Oxford Economic Lead Asia Economics ICAEW Sian Fenner mengatakan banyak faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tertahan di 5,1%. Salah satunya adalah belanja konsumen yang lesu sepanjang tahun ini.

Menurut Sian, belanja konsumen akan tetap tumbuh melambat meskipun akan banyak promo akhir tahun. Menurutnya, pada akhir tahun, konsumsi rumah tangga meningkat sedikit dikarenaka pulihnya separuh dari harga komoditas. "Tapi kami prediksi konsumen diperkirakan akan menerima manfaat dari biaya pinjam yang terus mendukung ekonomi untuk kuartal mendatang," jelasnya.

Meski begitu, lanjut Sian, pertumbuhan ekonomi Indonesia terbantu oleh pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah. Karena dengan begitu, belanja fiskal pemerintah dan dan investasi swasta semakin meningkat giat. "Ekonomi akan tumbuh 5,1% berkat pembelanjaan pemerintah untuk proyek infrastruktur publik dan investasi yang kuat," ucapnya.

Kuatnya investasi secara marginal telah mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto till hingga 5,1% pada kuartal III-2017. Padahal pada kuartal yang sama pada tahun sebelumnya, pertumbuhan PDB riil hanya 5%. "Sementara belanja pemerintah mengatasi lemahnya daya beli pada pertumbuhan ekonomi kuartal II-2017, sehingga pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,3% di kuartal III-2017," jelasnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI