BI 7 Day Repo Rate Jadi Sinyal Masyarakat

YOGYA (KRjogja.com) – Perubahan suku bunga acuan atau Bank Indonesia (BI) Rate menjadi BI 7 Day Repo arahnya sebagai acuan pasar uang antar bank dengan jangka waktu tujuh hari. Pemberlakukan BI 7 Day Repo Rate ini otomatis membuat perbankan akan menyesuaikan suku bunganya dalam kurun waktu satu sampai dua bulan ini.

"Perbankan memang diharapkan mulai mencoba untuk menyesuaikan suku bunga acuan yang ada. Perbankan tidak serta merta langsung mengeluarkan dana murahnya karena sudah terlanjur mendapatkan dana mahal. Pasti perbankan akan menyerap dulu dana murah, setelah itu baru bisa mengeluarkan dana murah. Sekarang belum karena masih masa transisi," ungkap  Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Arief Budi Santoso kepada KRjogjaa.com, Minggu (04/09/2016). 

Arief mengatakan perubahan BI Rate menjadi BI 7 Day Repo Rate tidaklah terlalu signifikan, mengingat hanya terjadi perubahan tenor dari tahunan menjadi mingles atau 7 hari. Perubahan suku bunga acuan ini lebih memberikan sinyal kepada masyarakat hanya 5,25 persen (BI 7 Day Repo Rate).

"Perbankan akan mulai melihat dengan BI 7 Day Repo Rate ini ada lending dan deposito facility, artinya akan menjadi acuan bank kalau menempatkan dananya atau pinjam dari BI," papar Arief.

Sementara kalau antar banknya hanya 5,25 persen sehingga BI 7 Day Repo Rate ini menjadi acuan perbankan maupun masyarakat. BI DIY berharap perbankan yang telah menganalisa suku bunga acuan baru ini arahnya bisa menyesuaikan.  (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI