BI 7-Days Repo Rate Dipertahankan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5 persen. Begitu juga untuk tingkat suku bunga Deposit Facility sebesar 4,25 persen dan suku bunga Lending Facility  sebesar 5,75 persen.

"Pertumbuhan ekonomi dunia melambat, namun ketidakpastian pasar keuangan global menurun. Untuk itu BI tetap mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5 persen. Begitu juga untuk tingkat suku bunga Deposit Facility sebesar 4,25 persen dan suku bunga Lending Facility  sebesar 5,75 persen,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (19/12).

Dikatakan, suku bunga dipertahankan karena melihat perkembangan positif terkait dengan perundingan perang dagang antara AS-Tiongkok serta proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), meskipun sejumlah risiko geopolitik masih berlanjut. Pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan 3 persen pada 2019, menurun dari 3,6 persen pada 2018, dan kemudian pulih terbatas menjadi 3,1 persen pada 2020, ditopang pertumbuhan negara berkembang.

PDB AS dan Tiongkok melambat dipengaruhi terbatasnya stimulus dan dampak pengenaan tarif yang sudah terjadi. Ekonomi India juga menurun dipengaruhi konsolidasi di sektor riil dan sektor keuangan, baik bank maupun nonbank. Perbaikan terlihat pada Eropa dan Jepang, meskipun masih relatif terbatas, ditopang permintaan domestik yang membaik.

Kemajuan dalam perundingan perdagangan antara AS-Tiongkok juga berdampak pada menurunnya risiko di pasar keuangan global serta mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing ke negara berkembang. Ke depan, prospek ekonomi global dipengaruhi kemajuan trade deal AS-Tiongkok, pemanfaatan trade diversion negara berkembang, efektivitas stimulus fiskal dan pelonggaran kebijakan moneter, serta kondisi geopolitik. 

Prospek pemulihan global tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi domestik dan arus masuk modal asing. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI