BI Minta Premi Restrukturisasi Tak Beratkan Bank

JAKARTA, KRJOGJA.com – Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan rencana pengenaan premi tambahan untuk restrukturisasi, jangan semakin memberatkan bank, karena dapat menghambat proses pemulihan kinerja perbankan setelah periode perlambatan pada 2016. 

"Kalau memungut biaya untuk program restukturisasi perbankan ataupun yang lain, kami harap tidak terlalu memberatkan bank karena mereka sedang dalam taraf pemulihan," kata Agus usai peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) di Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Premi restrukturisasi perbankan (PRP) merupakan wewenang yang diberikan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai amanat Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK). Besaran premi tersebut masih dibahas oleh LPS dan Kementerian Keuangan dan nantinya akan dilegalisasi dalam bentuk Peraturan Pemerintah. 

Sebelum PRP, LPS juga sudah memungut premi simpanan kepada perbankan setiap tahunnya. Agus mengatakan jika memungkinkan, bentuk iuran tambahan seperti premi, lebih baik untuk ditahan terlebih dahulu, agar dapat membantu permodalan perbankan bertumbuh lebih sehat. (*)

BERITA REKOMENDASI