BI Proyeksikan Ekonomi DIY Tetap Tumbuh Pada 2022

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) DIY meyakini ekonomi DIY masih akan melanjutkan pemulihan ekonomi. BI DIY memproyeksikan ekonomi DIY pada 2022 akan tumbuh pada kisaran 4,8 persen hingga 5,8 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi DIY diperkirakan akan semakin solid, dengan dorongan pertumbuhan yang kian merata dan inklusif sepanjang 2022 ini.

“Kami menilai kunci dari perbaikan ekonomi DIY kedepan adalah terkendalinya penyebaran Covid-19, menjaga daya beli masyarakat, mengakselerasi upaya digitalisasi ekonomi dan pengembangan UMKM, serta terus mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru diantaranya melalui penguatan strategi dan sinergi pengembangan Quality Tourism atau pariwisata berkualitas,” tutur kepala Perwakilan BI DIY Budiharto Setyawan di Yogyakarta, Minggu (20/2/2022).

Budi menyampaikan terkendalinya penyebaran Covid-19 tetap menjadi prasyarat utama dalam pemulihan ekonomi. Pihaknya tetap mewaspadai adanya mutasi varian Covid-19 masih akan terus terjadi. Dalam hal ini, upaya percepatan vaksinasi booster dan penerapan protokol kesehatan tetap menjadi kunci utama dalam upaya memutus mata rantai Covid-19.

“Kami sangat mengapresiasi upaya pembukaan sektor-sektor utama yang diiringi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti pembelajaran tatap muka dan pembukaan pariwisata pada saat high season. Kami meyakini hal ini akan mendukung upaya proses transisi ekonomi di masa pandemi menuju endemi,” tandasnya.

Selain itu, Budi menekankan daya beli masyarakat harus terus dijaga di tengah tren kenaikan inflasi. BI memperkirakan inflasi DIY akan berada pada kisaran 2,9 persen hingga 3,3 persen (yoy), lebih tinggi dibanding realisasi 2021 sebesar 2,29 persen. Peningkatan inflasi akan terjadi sejalan dengan perbaikan ekonomi dan memperhitung dampak peningkatan harga global.

“Dalam hal ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY berkomitmen akan terus menjaga agar kenaikan inflasi dalam rentang yang wajar, sehingga tidak mempengaruhi daya beli masyarakat namun mampu memberi insentif ekonomi untuk tumbuh,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI