Bidik Pelaku Mikro Kecil, Bank BPD DIY Fokus Digitalisasi

Santoso mengungkapkan pihaknya sekaligus memberikan pendampingan pembiayaan kepada UMKM sektor Mikro Kecil, salah satunya kredit tetap tersalur tetapi aspek pasar debitur bisa lebih dibuka. Guna membantu membuka aspek pasar pelaku UMKM di DIY di masa pandemi ini harus tetap ada terobosan teknologi.

“Kami memberikan edukasi kepada debitur untuk melakukan transaksi non tunai atau cashless supaya lebih memperluas akses pasar UMKM di DIY. Jika kredit sudah tersalurkan, akses pasar sudah diperluas, transaksinya lebih mudah maka kita juga lebih mudah dalam memberikan pendampingan kepada UMKM khususnya Mikro Kecil,” tandasnya.

Bank BPD DIY senantiasa membidik sasaran UMKM khususnya Mikro Kecil yang relatif tersebar sehingga tidak hanya terkonsentrasi pada satu atau dua debitur. Dengan demikian diharapkan kinerja pembiayaan Bank BPD DIY tahun ini tetap bertumbuh dengan pendekatan mengerahkan Strategic Business Unit di seluruh cabang pembantu yang tersebar di DIY.

“Kita sudah memperkuat cabang pembantu secara infrastruktur agar mereka bisa langsung mendekati UMKM khususnya Mikro Kecil yang ada di kecamatan. Kita memperluas area mereka supaya bisa memberikan pendampingan kepada UMKM yang ada di wilayah masing-masing,” tambah Santoso.

Menurut Santoso, pihaknya juga mempunyai pendekatan lainnya dengan pendekatan teknologi dengan menyediakan kebutuhan digital nasabah dan akan terus berinovasi. Hal ini diwujudkan dengan fasilitas transaksi layanan digital yang dapat dinikmati oleh masyarakat antara lain ATM, Mobile banking, Agen Laku Pandai, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Merchant atau QUAT, SMS Notifikasi dan Cash Manajemen System (CMS). “Seiring dengan peningkatan layanan digital kepada nasabah, Bank BPD DIY juga terus bergerak untuk menuju ke Bank BUKU 3, yaitu menjadi bank dengan modal inti minimal Rp 5 triliun pada 2025 mendatang,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI