Bijak Bertransaksi dengan Gesek Kartu

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) melarang dilakukannya penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai. Dalam setiap transaksi, kartu hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC), dan tidak dilakukan penggesekan lainnya, termasuk di mesin kasir. Pelarangan penggesekan ganda tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu. Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta, Andik Eko Putro mengatakan pihaknya sangat mendukung imbuan BI tersebut agar lebih bijak menggunakan kartu debit maupun kartu kredit pada saat bertransaksi di merchant yang digesek pada mesin EDC. Kartu debit dan kartu kredit selama ini dikenal sebagai pembayaran non tunai untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi yang keduanya berisi data-data atau informasi nasabah si pemegang kartu.

"Masalahnya ada yang gesek kartu tersebut sekali dan gesek dua kali, padahal seharusnya cukup sekali dengan menggunakan Personal Identification Number (PIN) atau tanda tangan. Kadang-kadang ada merchant yang masih menggesek lagi di kasir setelah sebelumnya menggesek di mesin EDC, begitu kartu tersebut digesek otomatis ter-capture data nasabah. Nah, data nasabah itulah yang dikhaswatirkan disalahgunakan nantinya," tutur Andik kepada KRjogja.com, Kamis (7/9/2017).

Andik menyampaikan pihaknya meminta nasabah atau pemegang kartu pada saat bertransaksi untuk 'care'. Khususnya BRI yang tidak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada merchant maupun nasabah. BRI menggunakan himbauan secara umum ataupun secara personal kepada merchant-merchant untuk edukasi bahaya penggesekan ganda dalam transaksi non tunai tersebut. BRI sekaligus meminta kepada nasabah pada saat pembayaran menggunakan kartu tersebut ada baiknya mengikuti petugas kasir dan memastikan kartu hanya digesek sekali karena sudah otomatis terjadi pembayaran.

"Mau tidak mau faktanya sudah tidak bisa dipungkiri, kita akan dihadapkan pada pembayaran dengan sistem non tunai sebentar lagi. Jadi pembayaran menggunakan kartu tersebut sudah menjadi kebutuhan kedepannya karena sudah era keuangan digital dan non tunai didukung pesatnya kemajuan gadget," imbuhnya.

Menurutnya dunia perbankan di tanah air harus bisa mengantisipasi sistem keuangan digital yang baru tersebut. Sebab persaingan industri keuangan ke depan tidak hanya antar perbankan namun juga non perbankan seperti  financial technology (Fintech) atau teknologi finansial. BRI sendiri sejak awal nasabah memegang kartu atau aplikasi awal, nasabah sudah dingatkan resiko penggunaan kartu debit maupun kartu kredit seperti penggunaan kerahasiaan PIN, hati-hati pada saat menggesek kartu di EDC atau menarik uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan sebagainya.

"Jika sampai ada kasus double swipe kartu BRI, kami telah menyediakan call center dan BRI siap memberikan bantuan kepada nasabah. Jika ada komplain seperti itu, pastilangsung kita tindaklanjuti," tandas Andik.(Ira)

 

BERITA REKOMENDASI