BNI Buka Kantor Willayah Yogyakarta

YOGYA  (KRjogja.com) – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero Tbk membuka kantor Wilayah Yogyakarta, Kamis (11/8). Pembukaan kantor baru tersebut merupakan salah satu langkah strategis BNI dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang sangat berpotensi melaju lebih pesat di daerah Jawa Tengah dan DIY.

Hadir pada acara tersebut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dan Wakil Direktur Utama BanI Suprajarto. "Dengan dibukanya BNI Kantor Wilayah Yogyakarta, akan terjadi pemekaran terhadap wilayah operasional di Propinsi Jawa Tengah dan DIY yang selama ini dikoordinir di BNI Wilayah Semarang," kata baiwuni

Kanwil Yogyakarta akan meliputi kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah bagian selatan dan DIY, yaitu Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Purworejo, Temanggung, Magelang, Kulonprogo, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukiharjo, Surakarta, Klaten, Gunungkidul, Bantul Sleman dan Yogyakarta. 

Baiquni menyampaikan dengan beroperasinya Kanwil Yogyakarta dan Malang, maka kini wilayah operasi BNI di Indonesia dibagi menjadi 17 wilayah. Pembukaan kedua wilayah baru tersebut terdorong besarnya potensi ekonomi dan bisnis yang ada di wilayah DIY, Jateng dan Jatom, sehingga pemekaran wilayah yang dilakukan BNI akan menjaring peluang bisnis yang masih terbuka lebar.

"Apabila dilihat dari jumlah perbankan dan jasa keuangan lainnya dibandingkan dengan jumlah penduduk serta potensi ekonomi yang ada, maka penetrasi layanan jasa keuangan di wilayah selatan Jawa ini masih kecil dan memiliki sebaran yang belum merata," ujarnya.

Menurutnya pembukaan kedua wilayah baru ini sangat perlu dilakukan untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis masyarakat yang berada di selatan Jawa. Pembukaan wilayah baru ini akan semakin mendekatkan layanan perbankan BNI kepada masyarakat, sehingga akan meningkatkan 'financial inclusion' di masyarakat sekitar.
 
"Potensi bisnis dan ekonomi di kawasan Selatan Jawa dapat terdeteksi dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran Kredit yang tercatat di sebelum kedua wilayah baru tersebut dioperasikan," imbuhnya.

Dana nasabah di Kabupaten/ Kota yang berada di area BNI Wilayah Yogyakarta tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan selama 5 tahun terakhir sebesar 16,01 persen per tahun. Hal ini diikuti dengan rata-rata pertumbuhan kredit perbankan yang cukup atraktif yakni sebesar 19,12 persen per tahun. DPK dan kredit perbankan yang terus tumbuh positif ini memberikan peluang bagi BNI untuk dapat meningkatkan penetrasi pasar. (R-4Ogi)

 

BERITA REKOMENDASI