BNI Kanwil Yogyakarta Ekpansif Salurkan Kredit

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah terus mendorong angka penyaluran kredit perbankan di tengah-tengah situasi dan kondisi pasar di tanah air yang belum pulih agar mampu menggerakan aktivitas perekonomian nasional maupun daerah nantinya. Tidak terkecuali PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta  terus berusaha menggenjot angka penyaluran kreditnya melalui berbagai upaya seta dibarengi dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

CEO BNl Kanwil Yogyakarta, Arif Suwasono memperkirakan kredit bermasalah .NPL BNI Kanwil Yogyakarta bisa mencapai 2,7 persen  hingga akhir tahun 2017. Bahkan kualitas kredit yang ada di BNI secara wilayah sangat terkendali. Potensi penyaluran kredit sangat besar di DIY, apalagi BNI Kanwil Yogyakarta mempunyai wilayah pelampung untuk ekspansi kredit maupun mudahnya kualitas perbaikan kredit mulai dari Solo, Yogyakarta dan Purwokerto.

"Jaminan-jaminan yang akan kita jual jika didukung pasar dan ekonominya akan lebih mudah, daripada memberikan jaminan murah tetapi pasar tidak bisa memakannya maka akan relatif nantinya," kata Arif kepada KRjogja.com, Minggu (17/9/2017).

Arif mengatakan potensi pembiayaan yang dikucurkan BNI Kanwil Yogyakarta meliputi tiga hal yaitu potensi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bawah Rp 1 miliar, kredit UMKM dan kredit komersial. Tiga potensi pembiayaan andalan BNI di DIY ini senantiasa diupayakan untuk selalu ditingkatkan kedepannya. Sebab potensi KUR dan pembiayaan bagi UMKM di DIY sangat bagus.

" Capaian KUR kami nomor satu antara wilayah di Indonesia dan pembiayaan bagi UMKM bisa mengejar dan fokus garap pangsa pasar menengah dan sebagainya," ujarnya.

Pihaknya mengaku capaian penyaluran  kredit UMKM di BNI Kanwil Yogyakarta sudah tercapai di DIY dari target proporsional sebesar Rp 480 miliar. Sedangkan  pembiayaan secara umum untuk BNI Kanwil Yogyakarta juga telah terpenuhi dari target yang diharpak sebesar Rp 8 triliun . BNI Kanwil Yogyakarta pada semester | 2017 telah menyalurkan kredit sebesar Rp.412,18 triliun atau meningkat 15,4 persen secara tahunan (yoy) dibanding periode yang sama tahun 2016. Peningkatan penyauran kredit tersebut dibarengi dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau NPL.

"Rasio NPL BNl turun dari 3 persen gross pada semester l 2016 menjadi 2,8 persen gross pada semester I 2017 ini," imbuhnya.(Ira)

BNI

BERITA REKOMENDASI