BNI Life Siapkan Generasi Milenial

 
SLEMAN, KRJOGJA.com – Perusahaan asuransi BNI Life membidik dua segmen yang cukup potensial yaitu Generasi milenial dan segmen UMKM atau small medium entrepreneur. Alasannya, dua sektor tersebut memiliki jumlah populasi yang besar dan perlu digarap lebih serius.
 
"BNI Life fokus pada generasi milenial. Segmen ini dalam ukuran kami adalah mereka yang berada di bawah usia 26 tahun. Kami 'menyiapkan' generasi yang akan menguasai populasi dan menjadi pendorong perekonomian bangsa ini di masa depam,” kata Bancassurance BNI Life Wendy Haryo Hutomo saat persiapan peringatan HUT-ke 21 BNI Life di Yogyakarta, Jumat (8/12).
 
Wendy meneruskan, tentu saja pilihan produk adalah kebutuhan asuranasi yang sesuai dengan usia mereka. Seperti untuk persiapan pernikahan, kelahiran, dan berwisata.  "Meski begitu, kami punya produk yang disesuaikan dengan karakter dan usia di atas itu, yakni 26-40-an tahun. Produk asuransi ini tentu saja lebih mendasarkan pada kebutuhan keluarga mereka,” paparnya.
 
Assistant Vice President Head of Corporate Communication BNI Life Lia Mariani menambahkan, generasi milenial merupakan generasi mendatang yang akan menjadi driver bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. Karenanya, segmen ini benar-benar digarap serius dalam dua-tiga tahun terakhir ini, termasuk dalam ke depannya. 
 
Karena itu, kata Lia BNI Life sudah mempersiapkan diri dengan dunia digital, termasuk aplikasi yang bisa dilihat melalui smartphone. 
 
"Suatu keharusan dan harus bersinergi untuk itu. Kehadiran Sumitomo yang menguasai 40 persen saham BNI Life memberi warna baru. Namun, sebagai anak usaha PT BNI Tbk, Kami berusaha melayani seluruh kebutuhan masyarakat. Utamanya generasi milenial tadi,” katanya.
 
Head of Claim and Provider BNI Life dr. Santy Dahlan mengakui, perusahaan asuransi Bni Life masuk ke tahab tantangan yang luar biasa. Di era digital ini, dengan memberikan kemudahaan dan mekanisme pada generasi muda, harapannya mampu menumbuhkan kuantitas nasabah baru.  "BNI Life yang sebelum dua tahun terakhir selalu diurutan 15 besar, kini masuk urutan ke-7 perusahaan asuransi di Indonesia. Tentu saja, tantangan ke depan lebih rumit dan kami harus menjawab tantangan tersebut,” katanya. (Tom)
 

BERITA REKOMENDASI