BNI Restrukturisasi Debitor Terdampak Covid-19 Rp6,2 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com – Total nilai restrukturisasi kredit Bank Negara Indonesia ( BNI) yang terdampak COVID-19 hingga akhir Maret 2020 mencapai Rp 6,2 triliun, dengan total 3.884 debitur. Namun memasuki April 2020, realisasi pinjaman yang direstrukturisasi meningkat signifikan menjadi Rp 69 triliun, dengan total 103.447 debitur.

Sektor terbesar yang terdampak adalah perdagangan, restoran, dan hotel, sebesar 38,4 persen atau Rp 26,8 triliun, sektor perindustrian sebesar 18,4 persen atau Rp 12,8 triliun serta sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi sebesar 16,2 persen atau Rp 11,3 triliun. Sedangkan berdasarkan segmentasi, yang paling terdampak adalah segmen kecil dengan realisasi restrukturisasi sebesar Rp 27,4 triliun atau 39,3 persen.

“Terkait dengan potensi dampak COVID-19 terhadap portofolio kredit BNI, BNI telah dan akan melakukan stress test secara berkala untuk mengetahui potensi dampak wabah ini terhadap kemungkinan penurunan kualitas kredit. Metode stress test yang dilakukan antara lain mengidentifikasi sektor-sektor yang diduga akan terdampak COVID-19, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melakukan quantitative assessment untuk mengetahui ketahanan kondisi debitur dengan beberapa asumsi, di antaranya penurunan volume penjualan dan harga pokok penjualan,” kata Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan, di Jakarta, Selasa (19/5).

BERITA REKOMENDASI