BNI Syariah Raih Laba Rp145,6 M

JAKARTA (KRjogja.com) – Di tengah perlambatan ekonomi, namun Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah)  selama semester I tahun 2016  berhasil membukukan laba yang cukup tinggi yakni Rp 145,6 miliar atau meningkat 45,73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 99,94 miliar. Sementara target laba hingga akhir tahun ini mencapai Rp 290 miliar.

"Ekonomi global mengalami perlambatan, bahkan Bank Dunia merevisi pertumbuhan ekonomi dunia dari 2,9 persen menjadi 2,4 persen. Bahkan ekonomi Indonesia pada tahun 2016 ini diperkirakan akan pulih, namun ternyata tidak seperti yang diharapkan. Meski demikian BNI Syariah masih bisa memperoleh  laba bersih mencapai Rp 145,6 miliar naik 45,73 persen  dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 99,94 miliar," kata Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono pada paparan kinerja BNI Syariah di Jakarta, Kamis (28/07/2016).

Menurut Imam pertumbuhan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya. Sedangkan pembiayaan meningkat 13,4 persen menjadi Rp 18,98 triliun pada semester I tahun 2016 dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 16,74 triliun.

Dari pembiayaan tersebut, pembiayaan komsumer mencapai 52,96 persen, pembiayaan produktif mencapai 22,78 persen dan pembiayaan komersial mencapai 16,38 persen, pembiayaan mikro sebesar 5,77 persen kartu hasanah mencapai 2,11 pesen. Sedangkan kredit bermasalah ( NPF) mencapai 2,8 persen atau jauh dari NPF industri perbankan yang diperkirakan diatas 4 persen.

"Untuk angka fix NPF akan bisa dilihat pada bulan September, karena adanya perubahan trand peningkatan NPF. BNI Syariah NPF nya hanya 2,8 persen," tegasnya.

Adapun pertumbuhan aset naik sebesar 23,12 persen dari Rp 20,85 triliun menjadi Rp 25,68 triliun pada semester I – 2016.Adapun dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 21,83 triliun atau meningkat dari tahun lalu yang mencapai Rp 17,32 triliun. (Lmg)

 

BNI

BERITA REKOMENDASI