BRI Data Nasabah Korban Tsunami Selat Sunda

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dirut Bank Rakyat Indonesia ( BRI) Suprajarto mengatakan, saat ini BRI sedang melakukan pendataan  kepada nasabah atau kreditur BRI yang terkena dampak bencana alam tsunami di Pandeglang dan Lampung. Nantinya, perlakuann yang akan   diberikan kepada nasabah tersebut disesuaikan dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).

“Untuk kebijakan penyelesaian kredit di daerah yang terkena bencana, tentu akan diselesaikan dengan ketentuan yang ada. OJK yang mengatur itu dan kami tinggal mengikutinya langkah yang telah digariskan. Saat ini kami  lagi mitigasi untuk itu” kata Suprajarto usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ( RUPSLB) di Jakarta, Rabu (3/1).

Menurutnya, untuk penanganan kredit  di daerah gempa, sudah pernah BRI lakukan di Lombok, Palu dan Donggala. Nantinya di daerah Pandeglang dan Lampung ini, menurutnya, formatnya akan sama.

“Penyelesaian kredit di daerah bencana sudah pernah kita lakukan di Lombok, Palu dan Donggala, dan ini nanti di Pandeglang dan Lampung juga penanganannya akan sama , karena tinggal mengikuti langkah yang sudah digariskan “ tegasnya.

RUPSLB

Menyinggung tentang RUPSLB BRI, dilakukan perubahan pengurus perseroan dana pemaparan laporan keuangan triwulan III tahun 2018.

Dalam, RUPSLB  kali ini menetapkan Sunarso sebagai Wakil Direktur Utama Bank BRI serta pemberhentian Jeffry J. Wurangian sebagai Komisaris Perseroan dan memberhentikan Kuswiyoto sebagai Direksi Perseroan.
Pengangkatan akan berlaku efektif setelah Uji kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara dalam laporan keuangan, Suprajarto juga mengatakan, BRI tetap fokus pada segmen Bisnis Mikro dan Ritel sebagai penopang utama profitabilitas. Hingga September 2018,  penyaluran kredit BRI tumbuh 16,5 persen  mencapai Rp 808,90 triliun. BRI tetap memprioritaskan penyaluran kredit pada segmen Mikro, Kecil dan Menengah (MKM).

Tercatat porsi kredit Mikro Kecil Menengah (MKM) BRI sebesar 76,9 persen dari total kredit." Dengan fokus pada segmen UMKM, NPL gross BRI pada Triwulan III Tahun 2018 tetap dapat terjaga di level 2,54 persen, lebih rendah dibandingkan NPL gross industri perbankan yang tercatat sebesar 2,66 persen,” tegasnya.

Dipaparkan, hingga September 2018, total aset  BRI meningkat 13,9 persen menjadi Rp 1.183,4 triliun. Adapun dana pihak ketiga Bank BRI sebagai komponen terbesar dalam total liabilitas, mengalami kenaikan 13,3 persen  dibandingkan September 2017 menjadi Rp 872,7 triliun.  Sedangkan untuk laba , sampai dengan Triwulan III Tahun 2018, BRI secara konsolidasi berhasil mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 23,55 triliun, atau meningkat 14,6 persen dibandingkan Triwulan III Tahun 2017.

Perolehan laba tersebut didorong oleh tetap terjaganya pertumbuhan asset produktif yang berkualitas serta efisiensi biaya, baik biaya operasional, maupun biaya pencadangan kerugian penurunan nilai.  ( Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI