BTM Kembangkan Pembiayaan Pertanian

MAGELANG (KRjogja.com) – Pembiayaan syariah berbasis pertanian selama ini  minim dilakukan oleh lembaga kauangan syariah, hal ini tidak lepas dari besarnya tingkat risiko bisnis disektor pertanian. Namun bagi lembaga mikro keuangan syariah dengan nama Batut Tanwil Muhammadiyah (BTM) tidak menjadi soal, karena dengan pembiayaan pertanian ada unsur pemberdayaan bagi masyarakat. 

Hal ini diungkapkan oleh Manager BTM Amman Putro Prihatmanto dalam acara kemiteraan antara  Komunitas Bina Tani Makmur dan Pasar Induk Nusantara (PIN)  di kantor BTM Amman Magelang – Jawa Tengah.

Putro menambahkan, kemiteraan dalam pembiayaan pertanian baru kali ini dilakukan oleh BTM yang operasionalnya berbadan hukum koperasi, hal ini tidak lepas dari  besarnya potensi bisnis di sektor pertanian di Magelang. Selain itu juga BTM melakukan ini sebagai perwujudan keberpihakannya  kepada para petani yang nasibya selama ini ditentukan oleh para tengkulak dengan pembelian harga produk pertanian dibawah harga standar. 

"Melalaui tiga  kerjasama antara PIN, komunitas petani dan BTM kami ingin membangun sinergisitas dalam meningkatkan kesejahteraan para petani,"terangnya.

Kemudian terkait dengan akad pembiayaan, Putro menegaskan, sebenarnya banyak akad – akad yang bisa dikembangkan baik antara BTM Amman dengan PIN begitu juga antara BTM Amman dengan komunitas petani. Namun dalam pembiayaan bisnis ini, BTM Amman menggunakan akad ba’i Salam yaitu  pembelian barang yang diserahkan dikemudian hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka.  Selain akad ba'i Salam kedepan masih banyak akad – akad yang lain yang bisa dikembangkan dalam transaksi bisnis pertanian. (*)

BTM

BERITA REKOMENDASI