BTN Tetap Setia Garap Perumahan

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Bank Tabungan Negara (BTN) pada tahun 2020  tetap akan fokus di sektor perumahan yang memiliki dampak positif lanjutan ke perekonomian Indonesia. Dengan menerapkan rencana bisnis yang lebih hati-hati .

Menurut Dirut BTN Pahala N Mansury di Jakarta, Selasa, (4/2),  sektor perumahan dipandang masih memiliki ruang gerak yang cukup luas di Indonesia. Sebab, gap antara kebutuhan rumah baru dengan kapasitas bangun para pengembang masih tinggi. Belum lagi, masih banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan di bawah MBR yang unbankable.

“Kontribusi sektor perumahan terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia baru mencapai 3 persen, artinya masih besar peluang untuk mengakselerasi industri ini. Apalagi sektor ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang,” kata Pahala.

Dengan adanya dukungan pemerintah di sektor perumahan subsidi pun dinilai masih akan menjadi angin segar bagi industri ini. Pemerintah sejak 2015 mendukung sektor perumahan melalui Program 1 Juta Rumah. Apalagi, rencana pengalihan subsidi energi ke perumahan subsidi dinilai akan dapat menaikkan jumlah unit terbangun. 
Skenarionya, tambah Pahala, jika dana tambahan yang dikucurkan berkisar Rp 1 triliun-Rp 25 triliun, maka unit terbangun bisa mencapai 8.000-200 ribu unit untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). 

Kemudian, untuk program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2PT) dapat menambah 20 ribu-260 ribu unit.  Di samping itu, BTN  tetap mengembangkan berbagai lini bisnis lainnya untuk mendukung bisnis utama.

Lini tabungan ditingkatkan juga untuk meningkatkan perolehan dana murah guna mendukung bisnis pembiayaan perumahan. 

“Kami terus berinovasi mengembangkan produk tabungan hingga berbagai aplikasi transaksional untuk meningkatkan perolehan tabungan,” ujar Pahala.  ( Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI