CIMB Niaga Perkuat Bisnis Tresuri dan Pasar Modal

JAKARTA (KRjogja.com) – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bertekad menjadi one-stop banking solution dalam bidang Tresuri dan Pasar Modal. Perseroan juga terus berupaya memenuhi tuntutan dan kebutuhan nasabah baik korporasi maupun ritel melalui berbagai inovasi produk dan pengembangan layanan digital banking untuk kemudahan dalam transaksi.

Direktur Treasury and Capital Market CIMB Niaga John Simon mengatakan perseroan menawarkan beragam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan transaksi perbankan nasabah dari kalangan swasta maupun yang terafiliasi dengan pemerintah. Dalam operasional bisnis, produk-produk Tresuri dan Pasar Modal CIMB Niaga merupakan produk yang mampu memberikan nilai tambah kepada nasabah.

Dijelaskan John, produk-produk yang ditawarkan kepada nasabah dibagi menjadi dua bagian yaitu produk-produk lindung nilai dan investasi. Untuk lindung nilai, perseroan menawarkan FX Forwards, FX Options dan Cross Currency Swap sebagai solusi untuk melakukan konversi valuta asing di masa dekat ataupun di masa yang akan datang. Selain itu, perseroan juga memiliki Interest Rate Swap yaitu solusi bagi nasabah untuk lindung nilai risiko suku bunga.  

Adapun yang terkait dengan investasi, CIMB Niaga menyediakan beberapa produk berstruktur seperti Market Linked Deposit (MLD), SWAP Depo dan Strike Currency. Selain itu, juga ditawarkan Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi.    

Menurut John, pihaknya juga terus mengembangkan layanan di segmen ini ke berbagai lokasi di Tanah Air guna memudahkan akses masyarakat. Perbankan Tresuri dan Pasar Modal mengoperasikan jaringannya di Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Denpasar dan Balikpapan. Selain melalui kantor cabang, layanan transaksi valuta asing juga dapat dilakukan secara online realtime melalui layanan Biz Net serta CIMB Clicks, tanpa batasan waktu dan tempat.  

“Kami terus melakukan pengembangan produk dan jaringan operasional agar selalu dapat memberikan nilai tambah serta meningkatkan pelayanan ke nasabah terutama dari optimalisasi pengelolaan keuangan nasabah,” ujar John.  (*)

BERITA REKOMENDASI