Dana Restrukturisasi Jiwasraya Cair, Pensiunan Garuda Indonesia Tetap Merasa Kecewa

Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa harus dibeda-bedakan? Apakah Jiwasraya memanfaatkan keuntungan dari bunga Overnight? Yang lebih jauh lagi, apakah memang ada masalah besar yang sedang terjadi pada proses transfer pemberian manfaat bulanan pensiunan dari Jiwasraya ke IFG, karena adanya kesulitan keuangan? Bagaimana nasib manfaat pensiun kami kedepannya yang, sekali lagi, sejatinya seumur hidup? Apakah bulan depan akan ada yang terlambat lagi? Ataukah semuanya jadi terlambat?

“Kami sungguh menunggu dan meminta pertangungjawaban Menteri BUMN yang bertangung jawab penuh atas permasalahan hidup para pensiunan, tidak hanya Garuda, tapi juga BUMN lainnya. Kementrian BUMN dalam hal ini, sungguh sedang bermain-main dengan nasib kami para pensiunan, yang seharusnya sedang menikmati sisa hidupnya dengan tenang, karena sudah merencanakannya sejak selesai mengabdi untuk perusahaan milik negara,” jelasnya.

Keresahan juga dialami oleh Lenny, salah satu pensiunan Garuda Indonesia, dirinya mengaku kecewa dengan hasil restrukturisasi Jiwasraya, meskipun Pemerintah telah mencairkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 20 Triliun yang seharusnya kepada Jiwasraya namun yang menerima holding BUMN perasuransian dan penjaminan Indonesia Financial Group (IFG).

“saya bekerja diperusahaan BUMN ini selama 20 tahun, dana pensiun yang seharusnya saya gunakan dihari tua ini, kenyataannya tidak sebanding. Bahkan untuk bayar listrik dan layanan internet saja saya sampai pinjam uang sama teman. Dan yang membuat saya sangat kecewa adalah polis anuitas dana pensiun yang semestinya seumur hidup kini hanya bisa dinikmati selama 7 tahun saja, artinya saya mendapatkan dana pensiun hingga 2028 itupun nominal nya hanya 676 ribu,” tegasnya.(Ati)

BERITA REKOMENDASI