Dibahas di Bali, Tren Asuransi Katastropik di Indonesia

DENPASAR, KRJOGJA.com –  Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) bersinergi bersama pemerintah dan panelis pembicara n mendiskusikan poin-poin penting kepada para peserta asuransi umum, broker maupun reasuransi yang hadir sejak pagi untuk bersama-sama menyadari pentingnya realitas yang terjadi akibat bencana alam. Termasuk menyikapinya dari perspektif global maupun domestik di masa mendatang.
 
"Diskusi tentang tren asuransi, mengidentifikasi berbagai potensi, dan poin-poin pembelajaran akan sangat menarik, karena kita akan mendiskusikannya bersama para pembuat kebijakan," kata Ketua AAUI Dadang Sukresna melalui keterangan persnya.

Dadang menjelaskan dunia menghadapi lingkungan bisnis yang kompleks ditandai dengan perubahan lanskap ekonomi dan demografi, inovasi teknologi, perubahan perilaku dan ekspektasi, hingga kehadiran disrupsi yang kuat. Oleh karena itu, para pelaku industri dunia baiknya kembali fokus pada pada hal-hal prinsip seperti: top line sales, keuntungan batas bawah, dan bagaimana mengatasi tantangan dan kompetisi yang dinamis”.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non-Bank OJK Riswinandi menyoroti beberapa isu yang berharap menjadi perhatian para peserta dan asosiasi yaitu, tak terkontrolnya praktik engineering fee, memperluas produk tidak hanya fokus pada asuransi kendaraan bermotor dan properti.

Riswinandi percaya bahwa dengan meningkatnya industri asuransi umum akan dapat lebih terakselarasi dan lebih kompetitif di masa depan.

Hari pertama 24th IR dilanjutkan dengan panel diskusi terkait asuransi katastropik tentang bagaimana pandangan global, lokal dan menyikapinya di tahun mendatang. Dilanjutkan dengan CEO gathering bersama regulator dengan tema yang disorot oleh pemerintah. (*)

BERITA REKOMENDASI