Dibuka, Wall Street Langsung Menguat

NEW YORK (KRjogja.com) – Wall Street Dibuka menguat setelah Federal Reserve menahan tingkat suku bunganya. Hal ini membuat Nasdaq mencapai rekor intraday tertinggi.

The Fed mempertahankan suku karena inflasi terus menjalankan bawah target 2 persen dan anggota melihat ruang untuk perbaikan di pasar tenaga kerja. Mengutip laman Reuters, Kamis (22/9/2016), Bank sentral memperlambat laju kenaikan suku bunganya dan memangkas peluang kenaikan suku bunganya menjadi 2,9 persen dari 3 persen. 

Namun, signal tetap kuat untuk menaikan pada akhir tahun. "The Fed mungkin melihat hawkish dari apa yang diharapkan pasar," kata Ryan Larson, kepala perdagangan ekuitas di RBC global Asset Management di Chicago. 

"Saya pikir pasar terus difokuskan pada Fed mendorong kenaikan untuk nanti sebagai hal yang baik daripada yang buruk," ujarnya. Konsensus di kalangan ekonom untuk kenaikan pada Desember bertepatan pada Pemilu Presiden AS. Probabilitas kenaikan November berdiri di sederhana 12,4 persen, dan naik menjadi 58,4 persen untuk Desember, menurut alat FedWatch CME Group. 

Indeks Dow Jones Industrial Average DJI naik 132,52 poin, atau 0,72 persen, di 18.426,22. The S & P 500 naik 15,01 poin, atau 0,69 persen, pada 2.178,13. Nasdaq Composite naik 32,98 poin atau 0,62 persen, pada 5,328.22, setelah naik sebanyak 0,65 persen ke rekor 5.329,92. S&P sektor energi melonjak 1,33 persen dan mempimpin kenaikan dari 11 sektor utama. Saham Apple (AAPL.O) naik 0,9 persen menjadi USD114,56 dan pengaruh atas pada S & P dan Nasdaq setelah Nomura dan RBC menaikkan target harga mereka. (*)

BERITA REKOMENDASI