Didominasi Multiguna, Industri Pembiaayaan Tumbuh 3,66 Persen

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank ( IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W Budaiawan di Jakarta, Rabu (11/3) meparkan pada Desember 2019, aset industri pembiayaan sebesar Rp 518,14 5riliun meningkat sebesar Rp 13,38 triliun atau tumbuh sebesar 2,65 persen dibanding oeriode yang sama tahun 2018.

“Adapun total pembiayaan sebesar Rp 452,22 triliun meningkat sebesar Rp 18,42 triliun atau tumbuh sebesar 3,66 persen dibanding tahun 2018 lalu. Berdasarkan jenis kegiatan usaha, pembiayaan didominasi oleh pembiayaan multiguna sebesar Rpv274,84 triliun atau sebesar 61 persen pembiayaan investasi sebesar Rp 134,83 triliun sebesar 30 persen,” paparnya.

Dia menjelaskan objek pembiayaan didominasi oleh barang konsumtif sebesar Rp 317,15 triliun sebesar 68 persen yang didalamnya didominasi oleh pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp 300,58 triliun sebesar 64 persen, diikuti barang produktif sebesar Rp 124,17 triliun sebesar 26 persen yang didalamnya didominasi oleh mobil pengangkutan sebesar Rp4 9,23 triliun sebesar 40 persen.

Dari sisi sumber pendanaan, industri pembiayaan memiliki total sumber pendanaan sebesar Rp 347,68 triliun menurun sebesar Rp 8,90 triliun atau turun sebesar -2,5 persen dari tahun lalu. Adapun komposisi pendanaan terdiri dari pinjaman sebesar Rp 279,08 atau 80 persen dan penerbitan surat berharga sebesar Rp 68,60 triliun atau sekitar 20 persen.

“Laba perusahaan pembiayaan tahun 2019 Industri sebesar Rp 18,13 triliun meningkat sebesar Rpb2,11 triliun atau tumbuh sebesar 13,14 persen. Adapun kredit bermasalah sebesar Rp 11,28 triliun atau dengan nilai NPF Gros sebesar 2,40 persen. Nilai tersebut menurun sebesar Rp 0,98 triliun atau turun sebesar 7,98 persen.” (Lmg)

BERITA TERKAIT