Digitalisasi Jaga FPR Tetap Bersemi Kala Pandemi

PANDEMI Covid-19 membuat tatanan kehidupan masyarakat berubah. Protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak (social distancing) hingga rajin mencuci tangan dengan air sabun menjadi keharusan. Selain itu, pandemi memberi momentum bagi dunia usaha di tanah air untuk bertransformasi melalui digital (digitalisasi). Hal ini dimanfaatkan juga oleh Adira Finance melalui Adira Finance Syariah dengan menggelar program CSR bertajuk Festival Pasar Rakyat (FPR) 2020 dari November hingga Desember 2020.

Even ini bekerjasama dengan Gerakan Pakai Masker (GPM) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).FPR 2020 turut dihadirkan sebagai bagian pendukung kegiatan Festival Kreatif Lokal 2020, sebuah ajang untuk memotivasi pelaku UKM dan generasi muda, agar bersama-sama bangkit membangun perekonomian Indonesia.

“Sejalan dengan tagline ‘Sahabat Setia Selamanya’ dan dalam rangka HUT Ke-30 Adira Finance, FPR 2020 akan menjadi saluran untuk memberikan edukasi mengenai protokol kesehatan, sekaligus mempersiapkan masyarakat pasar rakyat menuju era digital sebagai adaptasi kebiasaan baru. Hal ini juga sebagai upaya mendorong ekosistem pasar rakyat untuk bangkit dan terus berkembang di masa pandemi,” ungkap Direktur SDM & Marketing Adira Finance, Swandajani Gunadi, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Sabtu (7/11).

Dia menambahkan pasar rakyat memiliki posisi yang strategis di masyarakat, yaitu sebagai tonggak perekonomian bagi pedagang sekaligus sarana pengembangan ekonomi kerakyatan kreatif, edukatif, dan berbudaya. “Sejalan dengan tagline ‘Sahabat Setia Selamanya’ dan dalam rangka HUT Ke-30 Adira Finance, FPR 2020 akan menjadi saluran untuk memberikan edukasi mengenai protokol kesehatan, sekaligus mempersiapkan masyarakat pasar rakyat menuju era digital sebagai adaptasi kebiasaan baru” jelas Swandajani.

Swandajani menambahkan Pasar Rakyat memiliki posisi yang strategis di masyarakat, yaitu sebagai tonggak perekonomian bagi pedagang sekaligus sarana pengembangan ekonomi kerakyatan kreatif, edukatif, dan berbudaya. Selain itu, menjadi etalase kekayaan sebuah daerah serta kamus hidup kuliner Indonesia, sehingga memberikan karakter pada sebuah kota, dan menjadi destinasi wisata yang unik.

Mengangkat tema besar #BangkitBersamaSahabat, Swabdajani menuturkan FPR 2020 mempunyai misi untuk meningkatkan pemahaman para pedagang, mengenai pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pasar rakyat, dan digitalisasi di pasar melalui program edukasi, pelatihan dan pendampingan. Hal ini diperlukan agar usaha yang mereka jalankan dapat bertahan dan berkembang sebagai bentuk adaptasi teknologi, terutama di masa pandemi seperti saat ini. “Kegiatan Festival Kreatif Lokal 2020, sebuah ajang untuk memotivasi pelaku UKM dan generasi muda, agar bersama-sama bangkit membangun perekonomian Indonesia” katanya.

BERITA REKOMENDASI