Dihantam Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi DIY 2020 Diperkirakan Negatif

YOGYA, KRJOGJA.com – Pertumbuhan perekonomian DIY sepanjang 2020 dinilai masih negatif sebagai dampak pandemi Covid-19. Untuk itu, serapan pasar perlu ditingkatkan sehingga akan membantu menggerakan pertumbuhan ekonomi khususnya daya beli atau konsumsi masyarakat supaya terjadi perputaran uang kembali.

“Perekonomian DIY akan tumbuh lebih baik pada Kuartal III maupun IV 2020 meskipun masih negatif tetapi tidak terkontraksi terlalu dalam seperti kuartal sebelumnya. Yang jelas sudah ada pemulihan-pemulihan ekonomi di beberapa sektor, tetapi belum pulih yang bagus alias belum pulih seutuhnya,” papar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono di Yogyakarta, Minggu (11/10/2020).

Miyono menyampaikan pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan III 2020 akan lebih baik daripada Triwulan II 2020. Sehingga secara umum pertumbuhan ekonomi DIY masih akan negatif pada tahun ini. Terlebih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diberlakukan di pusat di masa pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan berakhir.

“Perekonomian kita akan tumbuh lebih baik pada Triwulan III 2020 ini dibandingkan sebelumnya, tetapi ya masih negatif tetapi tidak terlalu sampai dalam sekali. Sektor pertanian dan industri pariwisata setidaknya bisa diandalkan guna mengerem tekanan pada pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI