Dinar dan Dirham Dilirik Lagi, Ini Alasannya

DINAR merupakan mata uang yang terbuat dari emas dan dirham dari perak merupakan alat tukar yang sudah terkenal dari zaman dulu. Keduanya kini mulai disebut kembali karena memiliki keunggulan dan tidak lekang zaman lantaran nilai interinsik yang dikandung tak terpengaruh fluktuasi layaknya mata uang modern.

Menurut Pengasuh Ponpes Krapyak Hilmy Muhammad dinar dan dirham memiliki karakteristik berbeda dibandingan mata uang saat ini, seperti rupiah sebagai alat tukar.

"Kalau rupiah sebenarnya tidak bernilai sama sebagaimana angka yang tertulis di sana. Sehingga dimana-mana sesama uang kertas, nilainya berbeda. Sehingga uang kertas kita sepakati bernilai melalui kesepakatan bersama dalam mengkonversinya. Lain halnya dengan koin emas," kata Hilmy saat dihubungi krjogja.com. Rabu ( 10/07/19).

Hilmy menjelaskan Dinar dan Dirham dikenal sebagai alat perdagangan resmi yang paling stabil dan sesuai syariah sejak berabad-abad lamanya. Selain itu, dapat juga digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi/simpanan, dan mahar. Di tengah tingginya harga emas, saat ini banyak masyarakat yang mencoba investasi dalam bentuk Dinar dan Dirham.

"Nilai Dinar dan Dirham selalu naik dari waktu ke waktu. Mengenai apakah kita sudah saatnya mengganti Rupiah dengan uang Dinar atau Dirham tersebut, tentu harus dipertimbangkan masak-masak terkait kesiapan kita secara komprehensif," ucapnya.

Masyarakat yang sudah melakukan penukaran koin dinar Moh. Arif Budiman menjelaskan Asalannya melakukan penukaran koin Dinar & Dirham. "Seperti yang saya ketahui bahwa pada masa yang akan datang, entah dalam beberapa tahun yang akan datang mungkin peran uang kertas tidak begitu kuat lagi dalam hal sebagai alat tukar. Nabi Muhammad SAW bersabda: Akan tiba suatu masa pada manusia, pada masa itu tidak ada apapun yang bermanfaat selain Dinar (uang emas) dan Dirham (uang perak)." (Ive) 

BERITA REKOMENDASI