Dukung Pemulihan Ekonomi, TPID DIY Kembangkan Smart Digital Farming

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY memiliki program strategis dan inovatif pengendalian hulu-hilir, inflasi terjaga atau Ulir Siaga guna penanganan gejolak harga dengan metode preventif, melalui optimalisasi tata niaga dalam rantai pasok yang terstruktur serta terintegrasi dari hulu-hilir. Program unggulan Ulir Siaga yaitu inovasi digitalisasi dari sisi hulu untuk meningkatkan produksi, dan penguatan hilir untuk perluasan jangkauan distribusi dan pemasaran.

“Pengendalian dari sisi hulu ke hilir ini ditujukan untuk mendorong sektor ekonomi agar tumbuh makin produktif dengan cara peningkatan produktivitas produsen dan memperkuat sektor UMKM. Dengan adanya peningkatan nilai tambah di sektor pertanian melalui smart digital farming, diharapkan memberikan kontribusi yang semakin besar dalam menggerakan mesin pertumbuhan ekonomi,”  ujar Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam Rapat Koordinasi Daerah TPID DIY di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (22/9/2021).

Sultan menekankan terdapat beberapa hal sebagai faktor pendukung agar ekonomi tumbuh produktif berupa sinergi dan kolaborasi lintas instansi dan peningkatan kompetensi digital pelaku usaha tani. Selanjutnya penguatan kelembagaan petani, optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian, pendampingan intensif sesuai karakteristik usaha tani hingga perluasan akses pasar secara digital.

” Inflasi bukan semata-mata untuk mencapai inflasi yang rendah tetapi harus dirasakan untuk kemakmuran rakyat di daerahnya. optimalisasi digitalisasi dalam mendukung pengendalian inflasi perlu terus diperluas, khususnya optimalisasi digitalisasi pertanian baik sisi hulu maupun hilir dapat terus dikembangkan dan diperluas penyerapannya,” terang Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan RI Iskandar Simorangkir.

 

BERITA REKOMENDASI