Gairahkan Trnsaksi Repo, 10 Bank Teken GMRA

JAKARTA (KRjogja.com) – Sebanyak 10 bank nasional dan asing ikut menandatangani perjanjian  Global Master Repurchase Agreement (GMRA) sehingga dapat menggairahkan transaksi repo antar bank.

"Hari ini 10 bank nasional dan asing ikut menandatangani perjanjian GMRA yang terdiri dari 4 bank nasional dan 6 bank asing.  Dengan adanya perjanjian GMRA diharapkan dapat menggairahkan transaksi repo antar bank," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Jakarta , Kamis (25/08/2016).

Adapun ke 10 bank tersebut antara lain, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BCA, dan Bank BNI. Kemudian 6 bank asing yang ikut dalam penandatanganan ini, yaitu Standard Chartered Bank, Bank DBS, Bank Mizuho Indonesia, JP Morgan, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan Bank ANZ. Dengan demikian sudah ada 65 bank yang menyepakati dapat melakukan transaksi repo atau surat utangnya antar bank.

Sebenarnya, kata Mirza, Transaksi repo antarbank dapat menjawab kebutuhan likuiditas jangka pendek bank, dengan memanfaatkan kelebihan likuiditas yang dimiliki bank lain. Dengan transaksi antarbank yang meningkat volume dan jenisnya, pasar keuangan pun akan lebih dalam.

"Usaha bersama yang dilakukan telah membawa hasil, antara lain dalam peningkatan transaksi repo antarbank.  Volume (rata-rata harian) transaksi repo antarbank bergerak dari nol pada bulan Januari 2016 hingga mencapai volume tertinggi sebesar Rp 1,8 Triliun pada minggu terakhir bulan Juni 2016."

Menurut Mirza koneksi antara bank yang kelebihan likuiditas dan yang membutuhkan likuiditas sering kali tidak bertemu pada satu titik. Akibatnya bank yang memiliki kelebihan likuiditas menyimpan dananya lewat instrumen di Bank Indonesia yang mencapai Rp 350 triliun.

"Tetapi bank sentral mendapat limpahan likuiditas dari bank. Sebetulnya kan tidak perlu, kira-kira ada sekitar kalau 2 tahun akses likuiditas jangka pendek dengan overnight hingga satu tahun itu antara Rp 150-200 triliun.SAsaat ini antara Rp 300-350 triliun. Penyedia likuiditas kok dikasih likuiditas yang perlu itu bank yang ada di sini," ujar Mirza.
(Lmg)

 

 

BERITA REKOMENDASI