Gandeng BKPM, Bank Muamalat Tarik Investor Syariah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bank Muamalat Indonesia  bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  membuka peluang bisnis bagi investor luar negeri  yang ingin menanamkan investasinya di Indonesia terutama yang ingin konsep syariah.

“Bank Muamalat akan menjadi jembatan investor asing yang ingin menanamkan investasi di Indonesia dengan prinsip syariah,” kata Deputi Kepala Bidang Kerjasama Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo, di sela- sela Mou Bank Muamalat dengan BKPM.

Dikatakan, selama ini BKPM belum pernah memililah investor yang menanamkan investasinya secara syariah maupun non syariah. Namun dengan adanya kerja sama ini, maka akan memudahkan untuk memilah investor yang ingin berkonsep investasi syariah.

Diharapkan, investor yang akan disasar adalah negara anggota OKI atau organisasi negara  Islam untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Seperti Malaysia, total investasinya di Indonesia mencapai 1.047 miliar dolar AS,  Uni Eropa sebesar 43,9 juta dokar AS, Turki 23 juta dolar AS, Yaman hanya 500 ribu dolar AS, Lebanon sekitar 300 ribu dolar AS. Sedangkan Pakistan, Iran Nangladesd sebesar 200 ribu dolar AS sedangkan negara lain masih dibawah angka tersebut.

Jadi tambahnya, kerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan kemudahan bagi para investor. “Dengan terlaksananya kerja sama antara BKPM dengan lembaga perbankan seperti Bank Muamalat, investor memiliki referensi untuk pendanaan, sehingga harapannya dapat mempercepat proses realisasi investasi” jelasnya.

Selain Malaysia, Bank Muamalat juga berharap dapat menggaet investor asing yang datang ke Indonesia khususnya dari negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim seperti Brunei Darussalam dan Timur Tengah. Namun tidak tertutup kemungkinan juga menjalin kerja sama dengan investor negara lain seperti Singapura, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan atau Jepang.

Kerja sama ini juga meliputi pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan capacity building oleh Bank Muamalat bagi aparatur BKPM, termasuk juga bagi para penanam modal yang membutuhkan edukasi mengenai ekonomi syariah.

Sementara itu,  Chief Executive Officer Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, BKPM merupakan pintu gerbang investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu pihaknya mengajak BKPM berkolaborasi agar terjalin pertukaran informasi terkait peluang investasi yang potensial. Apalagi Bank Muamalat merupakan bank devisa dan satu-satunya bank syariah yang memiliki kantor cabang penuh (full branch) di luar negeri.

“Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan penanaman modal dan promosi hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara lain, khususnya dengan Malaysia dimana kami memiliki full branch di sana,” katanya.

Dengan adanya kerja sama ini Bank Muamalat akan menjadi bank rujukan bagi investor asing yang hendak menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini akan mendorong pertumbuhan nasabah baru dan menaikkan volume dana penempatan giro perseroan. 

“Kami sekaligus menjadi bank syariah rekanan pertama negara melalui BKPM,” ujarnya.( Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI