Hal-hal yang Bisa Dilakukan Sebelum Memilih Broker Forex Terbaik

Editor: Ivan Aditya

BERGELUT dalam memilih broker forex yang aman dan bagus memang gampang-gampang susah. Seiring perkembangan pasar forex, sudah dipastikan jumlah broker forex juga semakin banyak. Hal ini otomatis akan mempersulit Anda untuk memilih broker forex yang terbaik, apalagi terpercaya.

Memilih broker forex yang tepat butuh strategi dan cara trading forex yang tepat. Bagaimanakah cara memilih broker forex terbaik?

Anda sebagai investor harus menganalisa tujuan investasi, jumlah dana yang akan diinvestasikan, jenis trading, jangka waktu kegiatan trading, strategi yang akan digunakan, dan juga pertimbangan toleransi risiko.

Broker forex yang akan membantu mengeksekusi perdagangan forex. Keuntungan yang diterima broker forex adalah melalui selisih antara bid dan ask, juga dari komisi atau biaya pada layanan mereka.

Berikut ini beberapa hal yang bisa anda lakukan sebelum memilih broker forex terbaik seperti di lansir oleh analisa forex :

1. Anda harus menetapkan kriteria dan hal-hal yang perlu diharapkan dari suatu broker, dan apa yang Anda inginkan dari bisnis ini. Kemudian lakukan riset Anda sendiri.
2. Pastikan broker forex terdaftar secara legal.
3. Memudahkan setor dan tarik dana.
4. Analisa platform.
5. Pemenuhan Order (Eksekusi Order).

Tips Memilih Broker Forex Yang Asli dan Terpercaya

1. Memperbolehkan segala macam teknik trading, termasuk scalping, martingale, dll.
2. Memperbolehkan hedging atau locking.
3. Tidak memperbolehkan transfer dengan pihak ke 3, karena faktor keamanan dan legalitas money laundry (transfer harus dengan Bank Transfer langsung ditujukan ke perusahaan pialang yang bersangkutan, TIDAK BOLEH dengan media tidak legal seperti Liberty Reserve (LR), Voucher dan titip transfer dengan perorangan atau beda nama).
4. Leverage yang disediakan mulai dari 1:100. Idealnya adalah 1:200 atau max 1:400. Jangan lebih seperti 1:1000 karena itu justru akan meledakkan account trading Anda.
5. Ketahui lama berdirinya perusahaan broker tersebut. Minimum harus diatas 5 tahun.

Dengan melakukan trading forex, Anda sudah mempertaruhkan dana investasi yang tidak sedikit. Semakin besar imbal hasil, risiko pun semakin besar.

Maka bijaksanalah dalam memilih broker forex dan perusahaan perdagangan forex. Ingat, pilihlah broker forex dengan reputasi yang baik, dan jangan percaya dengan rating, awards dan sejenisnya yang menunjukkan mereka adalah broker terbaik. Kecuali yang memberi rating adalah lembaga yang benar-benar bisa dipercaya seperti Forbes, Fortune, INC, Barons, Deloitte. Diluar lembaga itu sebaiknya jangan.

Mengenal Tipe Broker Forex

Dilihat dari cara kerja sistemnya, ada dua tipe broker forex, yaitu broker dengan Dealing Desk (DD) dan tanpa Dealing Desk (NDD). Broker DD juga sering dijuluki broker bandar (Market Maker). Sedangkan, broker tipe NDD (bukan bandar) dapat digolongkan menjadi dua lagi, yakni Electronic Communication Network (ECN) dan Straight Through Processing (STP). Selain itu, ada pula broker forex yang menyediakan fasilitas DD dan NDD sekaligus, sehingga dijuluki broker Hybrid. Apa yang menandai perbedaan antar tipe broker forex ini? Mari simak ulasannya bersama-sama.

Broker dengan Dealing Desk (DD)
Broker tanpa Dealing Desk (NDD)
Broker Hybrid

Suatu perusahaan broker Forex wajib mengantongi regulasi dari Bappebti untuk dinyatakan legal dalam operasinya. Sebagai lembaga resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah profesionalitas serta kredibilitas Bappebti memang terjamin. Dalam kinerjanya Bappebti berada di bawah naungan Menteri Perdagangan RI, serta terhubung dengan Bank Indonesia juga lembaga-lembaga hukum termasuk Polri.

Bappebti sendiri dalam merancang regulasinya mempunyai standar yang harus dilaksanakan oleh entitas-entitas yang dinaunginya. Manfaat regulasi adalah untuk standarisasi layanan serta kualitas perusahaan broker forex serta memberi jaminan keamanan bagi klien ketika mengikuti investasi online seperti forex tersebut. Pada saat mendaftar untuk mendapatkan regulasi, Bappebti akan memberlakukan uji kelayakan kepada perusahaan tersebut dan berikutnya secara berkala operasi bisnis perusahaan tersebut akan terus dipantau, termasuk proses audit secara berkala.

Bila terbukti melakukan pelanggaran atau menyimpang dari aturan Bappebti berhak untuk membekukan perizinan perusahaan broker tersebut, sampai penarikan izin secara permanen, atau memberlakukan sanksi tertentu. Lembaga tersebut juga akan mempublikasikan daftar perusahaan broker yang dinyatakan legal atau illegal. Dapat dibilang keberadaan regulasi Bappebti pada perusahaan-perusahaan broker retail adalah bukti bahwa mutu, keamanan, serta layanan suatu broker forex sudah sesuai dengan standar yang diberlakukan secara nasional oleh pemerintah. (*)

BERITA TERKAIT