Harapan Baru di tengah Depresiasi Rupiah, Berikut Penjelasan BI

NUSA DUA, KRJOGJA.com – Deputi  Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, rupiah melemah sebenarnya ada harapan baru karena akan ada investor yang masuk untuk menanamkan modalnya di Indonesia terutama di bidang infrastruktur.
 
“Depresiasi rupiah ini sebenarnya ada harapan baru yakni adanya dana yang masuk untuk pembiayaan infrastruktur dari melakukan investasi pada di pasar uang,” kata Deputi Gubernur BI  Dody Budi Waluyo disela sela Pertemuan tahunan IMF dan WBG di Nusa Dua, Bali, Selasa, (9/10).
 
Kendati demikian, kata Dody dalam pelemahan nilai tukar saat ini BI terus menjaga agar  pelemahan nilai tukar  yang terjadi beberapa hari belakangan ini tidak keluar dari batas fundamental ekonomi. Namun bila rupiah bentar-benar jauh dari fundamental ekonomi, maka BI  akan melakukan intervensi untuk stabilisasi nilai tukar dengan tetap menjaga mekanisme pasar. "Kami akan lakukan kombinasi dan optimalisasi dengan cadangan devisa dan gradual depreciation. Jadi akan kami lakukan," katanya.
 
Menurutnya, masalah nilai tukar ini tidak hanya dialami oleh Indonesia tetapi juga negara lain. Namun karena fundamental ekonomi hampir semua negara di Asean makanya tidak ada negara yang mengalami krisis keuangan. "Memang ada gejolak nilai tukar. Namun karena fundamental ekonominya. Kalau tidak baik fundamental ekonominya sudah beberapa negara sudah kolap,” katanya.
 
Karena itu, tambah Dody, dalam pertemuan global ini dibahas tentang masalah nilai tukar ini serta bagaimana Indonesia dan negara negara Asean bisa keluar dari krisis ekonomi  tahun 2008. (Lmg)
 

BERITA REKOMENDASI