Harga Minyak Stabil, Wall Street Menguat

NEW YORK (KRjogja.com) – Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat. Penguatan ini karena stabilnya harga minyak, sehari setelah indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi

Melansir Reuters, Selasa (9/8/2016), indeks Dow naik 20 poin atau 0,11 persen dengan 8.187 kontrak berpindah tangan, indeks S&P 500 naik 3,25 poin atau 0,15 persen dengan 91.597 kontrak diperdagangkan.

Sementara itu, indeks Nasdaq naik 9 poin atau 0,19 persen dengan volume 9.106 kontrak.

Harga minyak dunia naik tipis di atas USD45 per barel sesuai perkiraan penurunan persediaan AS dan aksi spekulasi pembekuan dari produsen minyak.

Tercatat, pada hari Senin, Wall Street ditutup dengan volume perdagangan terendah tahun ini, setelah indeks S&P tergelincir 0,2 persen dari rekor tinggi karena saham kesehatan.

"Kami mengharapkan untuk pembukaan yang lebih tinggi karena harga minyak kembali menjadi sorotan," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di First Standard Financial di New York.

"Hari ini, tampaknya seperti minyak atau apapun ekuitas akan mengikuti," sambungnya. Sementara itu, investor akan terus mengkaji sisa laba kuartal kedua dan data ekonomi guna menghitung valuasi perusahaan.

Sementara pendapatan perusahaan yang tergabung dalam indeks saham S&P 500 diharapkan menurun pada tingkat lebih lambat dari yang dapat diantisipasi pada awal musim, investor khawatir bahwa laba akan resesi ke kuartal ketiga.

Para analis juga memperkirakan pendapatan kuartal ketiga untuk S&P 500 jatuh 0,2 persen, pada hari Senin. Mereka memperkirakan kenaikan 0,2 persen pada 3 Agustus.

Namun, beberapa data mengenai laporan gaji melampaui perkiraan pada Jumat telah membantu membawa kembali beberapa risiko di pasar. Jika misalnya tren data ekonomi yang kuat terus, itu bisa mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga tahun ini. (*)

 

BERITA REKOMENDASI