Inflasi DIY Meningkat, Akibat Tekanan Tarif Energi dan Naiknya Permintaan

YOGYA, KRJOGJA.com – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY pada April 2022 tercatat 1,14% (mtm). Dengan capaian tersebut, secara tahunan inflasi DIY pada 2022 berada pada level 4,12% (yoy). Inflasi DIY tercatat meningkat, terutama bersumber dari tekanan tarif energi, kenaikan permintaan di tengah perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta kenaikan harga minyak goreng.

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY Budiharto Setyawan mengatakan kenaikan tarif energi global mendorong kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, dan penyesuaian harga tarif angkutan udara. Penyesuaian harga ritel LPG masih berlangsung setelah penyesuaian kembali harga LPG nonsubsidi.

“Peningkatan seiring dengan kenaikan harga Contract Price Aramco (CPA) sebagai acuan harga LPG. Meskipun demikian, LPG subsidi 3 Kg tidak mengalami perubahan harga dan tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat,” ujarnya di Yogyakarta, Jumat (13/5/2022).

Budiharto menyampaikan kebutuhan perayaan HBKN dan relaksasi mobilitas yang diikuti dengan pelaksanaan mudik pada 2022 turut mendorong permintaan terhadap komoditas pangan seperti daging ayam ras dan minyak goreng. Inflasi minyak goreng bersumber baik dari sisi suplai dan permintaan. Harga Pokok Produksi mengalami peningkatan sejalan dengan kenaikan biaya pupuk.

BERITA REKOMENDASI